Representation of Masculinity in Fadel Chaker’s Songs: A Barthesian Semiotic Analysis

Hasan, M. Irfan Maulana and Nurlinah, Nurlinah and Supianudin, Asep (2026) Representation of Masculinity in Fadel Chaker’s Songs: A Barthesian Semiotic Analysis. Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 05 (04). pp. 3255-3266. ISSN p-ISSN : 2809-5367 e-ISSN : 2809-6355

[img]
Preview
Text
Artikel Jurnal_M Irfan MH_1225020084.pdf

Download (466kB) | Preview
Official URL: https://pembahas.dialeks.id/index.php/jp/article/v...

Abstract

ENGLISH; This study encompasses several areas of inquiry, one of which is Roland Barthes’ semiotic analysis. Therefore, this study aims to analyze the denotative, connotative, and mythical meanings in representing subordinated masculinity and complicit masculinity in the song lyrics of Law Ala Qolbi and Ya Hayatirruh by Fadel Chaker based on Roland Barthes’ semiotic theory and Raewyn Connell’s perspective on masculinity. The study was conducted using the lyrics of the two songs as the research object, with data collection and analysis. The research data consisted of words, phrases, clauses, and expressions in the lyrics that represent masculinity, while the units of analysis were purposively selected according to the research focus. The researcher served as the primary research instrument, supported by a data classification sheet. Data were analyzed using a descriptive-interpretative method through Roland Barthes’ three levels of signification: denotation, connotation, and myth, with reference to Raewyn Connell’s masculinity theory. The findings reveal that the two songs represent two forms of masculinity, namely subordinated masculinity and complicit masculinity. At the denotative level, masculinity is represented through expressions of love, longing, loyalty, sacrifice, and commitment to one’s partner. At the connotative level, these representations portray men who are willing to express their emotions, build emotional intimacy, and demonstrate responsibility in relationships. At the mythical level, the songs construct the view that masculinity is not solely defined by dominance and emotional restraint, but also by sincerity, commitment, willingness to sacrifice, and the ability to express affection. The findings indicate that the representation of masculinity in the two songs constructs a more humanistic, expressive, and relational form of masculinity compared to hegemonic masculinity. INDONESIA: Penelitian ini memuat bergbagai aspek kajian, salah satunya adalah kajian semiotika Roland Barthes. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitos dalam merepresentasikan subordinated masculinity dan complicit masculinity pada lirik lagu Law Ala Qolbi dan Ya Hayatirruh karya Fadel Chaker berdasarkan semiotika Roland Barthes dan perspektif maskulinitas Raewyn Connell. Penelitian dilakukan terhadap lirik kedua lagu sebagai objek penelitian dengan proses pengumpulan dan analisis data. Sumber data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan ungkapan dalam lirik kedua lagu yang mengandung representasi maskulinitas, sedangkan unit analisis ditentukan secara purposif berdasarkan relevansinya dengan fokus penelitian. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen utama yang didukung oleh lembar klasifikasi data. Analisis data menggunakan metode deskriptif-interpretatif melalui tiga tahap pemaknaan Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos, dengan mengacu pada perspektif maskulinitas Raewyn Connell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lagu merepresentasikan dua bentuk maskulinitas, yaitu subordinated masculinity dan complicit masculinity. Pada tingkat denotatif, maskulinitas direpresentasikan melalui ungkapan cinta, kerinduan, kesetiaan, pengorbanan, dan komitmen terhadap pasangan. Pada tingkat konotatif, representasi tersebut menunjukkan laki-laki yang berani mengekspresikan emosi, membangun kedekatan emosional, serta bertanggung jawab dalam hubungan. Pada tingkat mitos, kedua lagu mengonstruksi pandangan bahwa maskulinitas tidak semata-mata ditentukan oleh dominasi dan pengendalian emosi, tetapi juga oleh ketulusan, komitmen, kesediaan berkorban, dan kemampuan mengekspresikan kasih sayang. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa representasi maskulinitas dalam kedua lagu menghadirkan konstruksi maskulinitas yang lebih humanis, ekspresif, dan relasional dibandingkan maskulinitas hegemonik.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Keywords: masculinity; song; semiotics analysis Kata kunci: maskulinitas; lagu; semiotika
Subjects: Arabic
Literature
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: M. Irfan Maulana Hasan
Date Deposited: 24 Aug 2026 06:35
Last Modified: 24 Aug 2026 06:36
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138528

Actions (login required)

View Item View Item