Mudzaky, Ramadhani (2026) Iḥyā’Al-Mawāt perspektif hadis analisis pemahaman Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitab Niẓhām Al-Iqtiṣhādi Fīl Islām: Studi Syarah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (Cover)
cover skrip.pdf Download (115kB) | Preview |
|
|
Text (Abstrak)
abstrak.pdf Download (254kB) | Preview |
|
|
Text (Keterangan bebas plagiarism)
Cek Plagiarisme_Ramadhani Mudzaky_1221060084.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text (Daftar isi)
daftra isi.pdf Download (452kB) | Preview |
|
|
Text (Bab 1)
bab 1.pdf Download (411kB) | Preview |
|
|
Text (Bab 2)
bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (607kB) | Request a copy |
||
|
Text (Bab 3)
bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (147kB) | Request a copy |
||
|
Text (Bab 4)
bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (956kB) | Request a copy |
||
|
Text (Bab 5)
bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (143kB) | Request a copy |
||
|
Text (Daftar Pustaka)
dapus.pdf Restricted to Registered users only Download (275kB) | Request a copy |
Abstract
Iḥyāʾ Al-Mawāt (menghidupkan tanah mati) merupakan salah satu konsep penting dalam Islam terkait pengelolaan tanah agar produktif dan bermanfaat, sebagaimana ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad saw. Konsep ini telah menjadi objek pembahasan yang dinamis di kalangan ulama syarah hadis klasik, namun mendapat pembacaan baru dari Taqiyuddin An-Nabhani yang mengintegrasikannya ke dalam kerangka sistem ekonomi Islam melalui karyanya Niẓhām Al-Iqtiṣhādi fīl Islām. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penjelasan para ulama syarah hadis mengenai hadis-hadis Iḥyāʾ Al-Mawāt serta menganalisis pemahaman Taqiyuddin An-Nabhani terhadap konsep tersebut dalam kitab Niẓhām Al-Iqtiṣhādi fīl Islām. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan menggunakan metode syarah hadis tematik yang didukung teknik takhrij hadis untuk menelusuri sumber hadis sebagai dasar analisis terhadap pemahaman Taqiyuddin An-Nabhani pada kitab Niẓhām Al-Iqtiṣhādi fīl Islām . Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama syarah, seperti Ibnu Hajar al-Asqalani, Badruddin al-'Aini, dan Ibnu Abdul Barr, secara umum sepakat bahwa tanah mati adalah tanah yang tidak diketahui pemiliknya dan belum menampakkan tanda pengelolaan, serta kepemilikannya hanya dapat diperoleh melalui tindakan Iḥyā yang nyata, meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai kedudukan pemagaran tanah (tahjir) dan keharusan izin imam. Adapun Taqiyuddin An-Nabhani pada dasarnya sejalan dengan definisi ulama klasik, tetapi mengembangkannya secara lebih sistemik dengan membedakan Iḥyāʾ Al-Mawāt yang tidak memerlukan izin imam dari iqṭā' yang mengharuskan otorisasi negara, disertai klasifikasi tanah negara yang lebih rinci dan penambahan dimensi fiskal berupa perbedaan kewajiban usyur dan kharaj. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendekatan metodologis antara ulama syarah klasik yang bersifat kebahasaan-normatif dengan An-Nabhani yang bersifat sistemik-ideologis, keduanya tetap memiliki titik temu pada definisi tanah mati, syarat pemanfaatan nyata, dan penerimaan terhadap prinsip tiga tahun dari atsar Umar bin al-Khaththab.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Iḥyāʾ Al-Mawāt: Syarah Hadis; Taqiyuddin An-Nabhani; Niẓhām Al-Iqtiṣhādi fīl Islām |
| Subjects: | Al-Hadits dan yang Berkaitan Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits Al-Hadits dan yang Berkaitan > Dirayah/Ilmu tentang Keotentikan Hadits Al-Hadits dan yang Berkaitan > Kumpulan Hadits Bukhari |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Ramadhani Mudzaky |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 02:17 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 02:17 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138534 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



