Ibrahim, Ihsan Maulana (2026) Musyawarah nasional alim ulama dan konferensi besar Nahdlatul Ulama di Bandar Lampung tahun 1992: Studi pandangan ekonomi Nahdlatul Ulama terkait praktik ekonomi orde baru. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
cover.pdf Download (196kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak...pdf Download (122kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
surat bebas plagiasi.pdf Download (109kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (168kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (556kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (848kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (133kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (241kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Daftar Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan ekonomi Nahdlatul Ulama (NU) terhadap praktik ekonomi Orde Baru melalui Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Bandar Lampung pada tahun 1992. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi NU dalam merumuskan sikap organisasi terhadap kebijakan ekonomi pemerintah Orde Baru. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka dengan memanfaatkan sumber primer berupa Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama Tahun 1992, Buku Panduan Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama 1992, serta dokumen resmi PBNU, yang didukung oleh berbagai literatur mengenai sejarah NU, kebijakan ekonomi Orde Baru, dan perkembangan pemikiran ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama tahun 1992 tidak hanya berfungsi sebagai forum konsolidasi organisasi pasca kembali ke Khittah 1926, tetapi juga menjadi wadah bagi NU dalam merespons dinamika pembangunan ekonomi nasional. NU menilai bahwa kebijakan ekonomi Orde Baru berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi, deregulasi, dan pembangunan infrastruktur, namun belum sepenuhnya mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Pandangan tersebut tercermin dalam pembahasan mengenai perbankan Islam, asuransi menurut tinjauan hukum Islam, serta sumbangan pemikiran NU terhadap Pembangunan Jangka Panjang Tahap Kedua (PJPT II). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan ekonomi NU merupakan bentuk respons kritis-konstruktif terhadap praktik ekonomi Orde Baru dengan menekankan prinsip keadilan sosial, pemerataan pembangunan, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan kemaslahatan umat sebagai landasan pembangunan nasional.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nahdlatul Ulama; Musyawarah Nasional; Konferensi Besar; Orde Baru |
| Subjects: | Econmics > Historical Periods of Economic History of Southeast Asia > History of Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Ihsan Maulana Ibrahim |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 01:37 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 01:37 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138576 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



