Syaharani, Khaila Bilqis and Saehu, Andang and Sugaryamah, Deuis (2026) A Comparative Appraisal Study of Online News Coverage on Anti-Government Protests in Iran in January 2026 by The New York Times and Al-Jazeera English. Esteem Journal of English Education Study Programme, 9 (2). pp. 1174-1191. ISSN 2622-9323
|
Text
JURNAL KHAILA.pdf Download (478kB) | Preview |
Abstract
INDONESIA: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber daya appraisal Attitude, Engagement, dan Graduation yang digunakan oleh The New York Times dan Al Jazeera English dalam memberitakan aksi protes anti-pemerintah di Iran pada Januari 2026, serta menjelaskan makna evaluatif yang dikonstruksikan oleh sumber daya tersebut terhadap para demonstran, otoritas pemerintah, dan krisis politik yang sedang berlangsung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis wacana yang menerapkan Linguistik Fungsional Sistemik (Systemic Functional Linguistics) dan Appraisal Theory (Martin & White, 2005). Data penelitian terdiri atas enam artikel berita daring yang dipilih secara purposive (tiga artikel dari masing-masing media) dan dikumpulkan melalui analisis dokumen dari situs web resmi kedua media. Data kemudian disegmentasikan ke dalam klausa dan dikodekan secara induktif berdasarkan tiga subsistem appraisal melalui beberapa siklus pengodean untuk memastikan konsistensi. Hasil analisis menunjukkan terdapat 303 sumber daya appraisal dalam The New York Times dan 240 dalam Al Jazeera English, dengan Judgement menjadi kategori yang paling dominan pada kedua korpus (masing-masing 26,40% dan 26,25%), diikuti oleh Appreciation, Heterogloss, dan Force, sedangkan Affect, Monogloss, dan Focus merupakan kategori yang paling jarang ditemukan. The New York Times mengonstruksikan krisis terutama melalui pembingkaian kemanusiaan, penilaian negatif terhadap tindakan pemerintah, serta penggunaan sumber daya Affect yang menonjolkan rasa takut, sedangkan Al Jazeera English cenderung menyajikan representasi yang lebih seimbang dan berorientasi diplomatis melalui atribusi heteroglossic yang melibatkan berbagai suara institusional. Temuan penelitian ini dapat diterapkan dalam bidang linguistik, studi media dan komunikasi, pendidikan jurnalistik, serta program literasi media kritis, dan memberikan manfaat bagi analis wacana, praktisi jurnalistik, serta pendidik dalam mengkaji pemosisian ideologis dan pembingkaian berita lintas budaya dalam pemberitaan krisis yang sensitif secara politik. Orisinalitas penelitian ini terletak pada upayanya memperluas penerapan Appraisal Theory dari wacana editorial, hukum, dan fiksi ke dalam pemberitaan politik internasional, dengan secara khusus memperbandingkan The New York Times dan Al Jazeera English dalam pemberitaan protes di Iran pada Januari 2026 yang belum pernah dikaji sebelumnya, sehingga menjembatani penelitian mengenai pembingkaian protes dengan analisis linguistik yang terperinci pada tingkat klausa. ENGLISH: This study aims to identify the appraisal resources of Attitude, Engagement, and Graduation used by The New York Times and Al Jazeera English in reporting the January 2026 anti-government protests in Iran, and to explain the evaluative meanings these resources construct regarding protesters, government authorities, and the unfolding political crisis. This qualitative descriptive discourse-analytic study applies Systemic Functional Linguistics and Appraisal Theory (Martin & White, 2005). Data comprise six purposively sampled online news articles (three per outlet) collected via document analysis from official websites, segmented into clauses, and coded inductively across the three appraisal subsystems through repeated coding cycles to ensure consistency. The analysis yielded 303 appraisal instances in The New York Times and 240 in Al Jazeera English, with Judgement dominating both corpora (26.40% and 26.25%, respectively), followed by Appreciation, Heterogloss, and Force, while Affect, Monogloss, and Focus occurred least frequently. The New York Times constructed the crisis primarily through humanitarian framing, negative judgment of government actions, and affect resources foregrounding fear, whereas Al Jazeera English favored a more balanced, diplomatically oriented representation through heteroglossic attribution across multiple institutional voices. These findings are applicable to linguistics, media and communication studies, journalism education, and critical media literacy programs, offering value to discourse analysts, journalism practitioners, and educators examining ideological positioning and cross-cultural news framing in politically sensitive crisis coverage. The originality of this study lies in extending Appraisal Theory beyond editorial, legal, and fictional discourse into international political news, uniquely pairing The New York Times with Al Jazeera English on the previously unexamined January 2026 Iran protests, thereby bridging framing-based protest research with fine-grained, clause-level linguistic analysis.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Appraisal Theory; Evaluative Meaning; Political Protest Discourse; Media Ideology; International Journalism; Media Framing |
| Subjects: | Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris |
| Depositing User: | Khaila Bilqis Syaharani |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 02:23 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 02:23 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138593 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



