Alamsyah, Bintang Bhakti and Faizal, Enceng Arif and Kholid, Muhamad (2026) Relevansi kedudukan Visum Et Repertum (VER) dalam tindak pidana pembunuhan pada pasal 184 KUHAP dan hukum pidana Islam. Al -Fikru: Jurnal Ilmiah, 20 (1). ISSN 1978-1326
|
Text
Bintang+bakhti.pdf Download (362kB) | Preview |
Abstract
ENGLISH: This study aims to analyze the relevance of the position of Visum et Repertum (VER) in proving murder cases based on Article 184 of the Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP) and Islamic criminal law. This research uses a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The data used are secondary data obtained through literature study, including laws, regulations, and scientific journals related to the role of VER in criminal evidence. The results show that in the KUHAP system, VER has a significant role as valid evidence classified as documentary evidence and can also be considered expert testimony, thus having strong evidentiary value in uncovering material truth. In Islamic criminal law, VER is not explicitly regulated, but it can be categorized as part of al-bayyinah through judicial ijtihad, functioning as a supporting tool to achieve justice and certainty. Both systems recognize the importance of VER in explaining medical facts, especially in homicide cases, although they differ in formal recognition and legal framework. INDONESIA: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi kedudukan Visum et Repertum (VER) dalam pembuktian tindak pidana pembunuhan berdasarkan Pasal 184 KUHAP serta dalam perspektif hukum pidana Islam. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, meliputi peraturan perundang-undangan dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan peran VER dalam pembuktian pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sistem KUHAP, VER memiliki peran penting sebagai alat bukti yang sah yang diklasifikasikan sebagai alat bukti surat serta dapat dipandang sebagai keterangan ahli, sehingga memiliki kekuatan pembuktian yang signifikan dalam mengungkap kebenaran materiil. Dalam hukum pidana Islam, VER tidak diatur secara eksplisit, namun dapat dikategorikan sebagai bagian dari al-bayyinah melalui ijtihad hakim sebagai alat bantu untuk mencapai keadilan dan kepastian hukum. Kedua sistem hukum tersebut sama-sama mengakui pentingnya VER dalam menjelaskan fakta medis, khususnya dalam perkara pembunuhan, meskipun berbeda dalam aspek formalitas dan pengaturannya.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Visum et Repertum; Pembuktian; Pembunuhan; KUHAP; Hukum Pidana Islam |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Pidana Islam, Jinayat Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Perbandingan Hukum Pidana Islam dengan Hukum Lain Constitutional and Administrative Law > Constitutional Law of Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Bintang Bhakti Alamsyah |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:58 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:58 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138631 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



