Konsep toleransi dan relevansinya dengan moderasi beragama : Studi analis buku Pergolakan Pemikiran Islam Ahmad Wahib

Lituhayu, Lintang (2026) Konsep toleransi dan relevansinya dengan moderasi beragama : Studi analis buku Pergolakan Pemikiran Islam Ahmad Wahib. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.PDF

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.PDF

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
3_keterangan bebas plagiarism.PDF

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
4_daftar isi.PDF

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB I)
5_bab1.PDF
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB II)
6_bab2.PDF
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB III)
7_bab3.PDF
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB IV)
8_bab4.PDF
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB V)
9_bab5.PDF
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftar pustaka.PDF
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Wacana toleransi agama dan moderasi beragama kian sering digaungkan, namun kerap berjarak dengan realitas sosial yang masih diwarnai intoleransi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep toleransi beragama dalam pemikiran Ahmad Wahib serta menjelaskan relevansinya dengan konsep moderasi beragama yang dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan analisis filosofis, dengan rujukan utama Pergolakan Pemikiran Islam karya Ahmad Wahib dan literatur moderasi beragama Kemenag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi beragama menurut Wahib merupakan etos etis-intelektual yang berlandaskan penghormatan martabat manusia serta pengakuan kebebasan batin dalam berkeyakinan. Toleransi tidak berhenti pada tuntutan “hidup rukun”, tetapi menegaskan prinsip non-intervensi terhadap ruang privat keyakinan, di mana penerimaan atau penolakan keyakinan merupakan urusan rohani yang tidak patut dipaksa. Terkait relevansinya, toleransi Wahib dan moderasi beragama Kemenag bersifat konvergen dalam orientasi kemanusiaan, koeksistensi damai, dan pencegahan relasi sosial destruktif, serta menunjukkan kesesuaian substansial dengan empat indikator moderasi (komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodasi budaya lokal), meski berbeda pada status konsepnya, di mana toleransi Wahib bersifat prinsip etik-kritis, sedangkan moderasi Kemenag merupakan kerangka kebijakan publik. Penelitian ini juga berkontribusi pada penguatan kajian studi agama-agama dan wacana moderasi beragama di Indonesia.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Toleransi; Moderasi Beragama; Ahmad Wahib
Subjects: Religious Mythology > Interreligious Relations
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi, Studi Agama Agama
Depositing User: Lintang Lituhayu
Date Deposited: 24 Aug 2026 02:42
Last Modified: 24 Aug 2026 02:42
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138901

Actions (login required)

View Item View Item