Ratri, Bilqis Cahya (2026) Kehamilan Maryam dalam perspektif Al-Qur’an : Studi komparatif tafsīr al-Jawāhir dan tafsīr al-Marāghī. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
COVER.pdf Download (184kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (129kB) | Preview |
|
|
Text
KETERANGAN BEBAS PLAGIARISME.pdf Download (229kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (157kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (780kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (263kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (177kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (871kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (131kB) | Request a copy |
||
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (196kB) | Request a copy |
||
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (97kB) | Request a copy |
Abstract
Kisah kehamilan Maryam merupakan salah satu kisah penting dalam al-Qur'an yang tidak hanya menunjukkan kemahakuasaan Allah melalui kelahiran Nabi Isa tanpa ayah, tetapi juga menggambarkan pengalaman Maryam sebagai perempuan yang dipilih untuk menerima dan menjalankan amanah Allah. Perbedaan latar belakang, metode, dan corak penafsiran para mufasir memungkinkan lahirnya representasi yang berbeda terhadap sosok Maryam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran ayat-ayat kisah kehamilan Maryam dalam Tafsīr al-Jawāhir karya Ṭanṭāwī Jawharī dan Tafsīr al-Marāghī karya Aḥmad Muṣṭafā al-Marāghī, serta menganalisis representasi sosok Maryam dalam kedua tafsir berdasarkan perspektif gender Amina Wadud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dianalisis menggunakan metode tafsir muqāran melalui analisis deskriptif-komparatif, kemudian dibaca menggunakan perspektif gender Amina Wadud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mufasir sama-sama memandang kisah kehamilan Maryam sebagai mukjizat yang menunjukkan kemahakuasaan Allah. Namun, Ṭanṭāwī Jawharī lebih menitikberatkan penafsirannya pada dimensi teologis dengan menjadikan kehamilan Maryam sebagai bukti kemahakuasaan Allah. Sedangkan Aḥmad Muṣṭafā al-Marāghī tidak hanya mempertahankan dimensi teologis tersebut, tetapi juga memberikan perhatian terhadap identitas Maryam, pengalaman yang dijalaninya selama menerima amanah Allah, serta kualitas iman dan ketakwaannya. Pembacaan melalui perspektif gender Amina Wadud menunjukkan bahwa kedua mufasir sama-sama menghadirkan Maryam sebagai perempuan yang suci, beriman, dan dipilih Allah. Akan tetapi, Ṭanṭāwī Jawharī lebih merepresentasikan Maryam dalam kerangka pembuktian kemahakuasaan Allah, sedangkan Aḥmad Muṣṭafā al-Marāghī menghadirkannya secara lebih utuh sebagai perempuan yang memiliki identitas, pengalaman, dan kualitas spiritual yang menjadi dasar kemuliaannya dalam narasi al-Qur'an.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gender; Kehamilan Maryam; Kisah; Tafsīr al-Jawāhir; Tafsīr al-Marāghī; Tafsir Muqāran |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Cerita dan Kisah dari Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Bilqis Cahya Ratri |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:12 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:12 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139230 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



