Makna denotatif dan konotatif dalam puisi Ra'aytu 'Ala Lawhi Al-Khayali Yatimah karya Ahmad Syauqi : Pendekatan Semantik

Urbah, Aeni Lukviati and Rahtikawati, Yayan and Djaliel, Maman Abdul (2026) Makna denotatif dan konotatif dalam puisi Ra'aytu 'Ala Lawhi Al-Khayali Yatimah karya Ahmad Syauqi : Pendekatan Semantik. Pendas: JUrnal Ilmiah pendidikan Dasar, 11 (02). pp. 268-288. ISSN 2477-2143

[img]
Preview
Text
Template+Jurnal+Pendas+-+Aeni+Lukviati+Urbah.pdf

Download (212kB) | Preview
Official URL: https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/artic...

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi diksi yang mengalami pembentukan makna dari denotatif menuju konotatif serta mendeskripsikan proses pembentukan makna tersebut dalam puisi Raʾaytu ʿalā Lawḥi al-Khayāli Yatīmah karya Ahmad Syauqi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karakteristik bahasa puisi yang tidak hanya menyampaikan makna secara leksikal, tetapi juga membangun makna melalui konteks puitik, asosiasi, simbol, dan pengalaman budaya sehingga menghasilkan makna konotatif yang lebih kompleks. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kata-kata yang mengandung potensi makna denotatif dan konotatif dalam puisi Raʾaytu ʿalā Lawḥi al-Khayāli Yatīmah karya Ahmad Syauqi. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan translasional dan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL), substitusi, dan perluasan. Analisis dilakukan dengan landasan teori semantik Geoffrey Leech yang memfokuskan kajian pada klasifikasi makna denotatif dan makna konotatif, serta diperkuat oleh konsep ʿilm al-dalālah mengenai dalālah lafẓiyyah dan dalālah iḥāʾiyyah untuk menjelaskan hubungan antara makna leksikal dan makna kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 diksi yang mengalami pembentukan makna dari denotatif menuju konotatif. Pembentukan makna tersebut terjadi melalui pergeseran dari makna konkret menuju abstrak, benda menjadi simbol, pengalaman inderawi menjadi pengalaman emosional, organ tubuh menjadi lambang perlindungan maupun penghancuran, serta tindakan fisik menjadi representasi nilai-nilai kemanusiaan. 4 diksi membentuk konotasi bernilai positif, sedangkan 10 diksi membentuk konotasi bernilai negatif. Dominasi konotasi negatif menunjukkan bahwa Ahmad Syauqi memanfaatkan pilihan diksi sebagai sarana estetik untuk merepresentasikan penderitaan anak yatim akibat peperangan sekaligus menyampaikan kritik kemanusiaan yang membangun empati pembaca terhadap tragedi sosial.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Makna Konotatif; Diksi; Semantik; Puisi Arab; Ahmad Syauqi.
Subjects: Arabic
Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Al-Qur'an dan Terjemahan dalam Bahasa Indonesia
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Aeni Lukviati Urbah
Date Deposited: 26 Aug 2026 23:10
Last Modified: 26 Aug 2026 23:10
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139633

Actions (login required)

View Item View Item