Chintya, Fadillah (2026) Analisis peran Elit Politik Dedi Mulyadi sebagai Kingmaker Lokal dalam kemenangan Saepul Bahri Binzein pada Pilkada Purwakarta 2024. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (75kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (181kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarisme.pdf Download (563kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (52kB) | Preview |
|
|
Text (BAB1)
5_bab1.pdf Download (446kB) | Preview |
|
|
Text (BAB2)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB3)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (236kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB4)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (679kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB5)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (58kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (132kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (916kB) | Request a copy |
Abstract
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia tidak lagi semata kontestasi antarkandidat, melainkan juga arena bagi aktor nonkandidat seperti kingmaker, sementara kajian tentang kingmaker nondinasti di tingkat kabupaten yang berbasis kapital simbolik dan kultural masih jarang ditelaah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran elit politik Dedi Mulyadi sebagai kingmaker lokal dalam kemenangan pasangan Saepul Bahri Binzein dan Abang Ijo Hapidin (Zeinjo) pada Pilkada Purwakarta 2024, faktor penyebab perbedaan efektivitasnya, serta persepsi masyarakat di Kecamatan Maniis, Wanayasa, dan Bungursari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus komparatif (three-case variation analysis) pada tiga kecamatan tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 17 informan yang ditentukan secara purposive dan snowball, studi pustaka, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi pada tahap within-case dan cross-case. Hasil penelitian menunjukkan Dedi Mulyadi menjalankan peran kingmaker melalui dua dimensi, yaitu Power to Choose Leader (legitimasi politik, deklarasi publik, narasi keberlanjutan, dan panggung budaya) dan Power to Direct Support (mobilisasi relawan, penguatan tim pemenangan, dan pendekatan kebutuhan). Efektivitasnya bervariasi antarwilayah: kapital simbolik terkonversi optimal di Maniis (margin +42%), moderat di Wanayasa (+8%), dan gagal di Bungursari (−31%) akibat dominasi modal sosial lokal dan loyalitas terhadap kandidat putra daerah. Perbedaan persepsi mencerminkan variasi budaya politik, yakni subjek di Maniis, transisi menuju partisipan di Wanayasa, dan partisipan dengan resistensi terhadap elit di Bungursari. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas peran kingmaker bersifat kontekstual dan terkait erat dengan interaksi antara kapital simbolik, karakteristik medan sosial, dan budaya politik masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kingmaker; Modal Sosial; Budaya Politik; Pilkada |
| Subjects: | Political dan Government Science > Political Situation and Condition in Indonesia Political Process Political Process > Practical Politics Political Process > Political Campaigns |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | fadillah chintya |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 07:49 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 07:49 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139846 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



