Alpahluzie, Januar (2026) Ketahanan Petani Padi di Kawasan Industri: Penelitian di Desa Amansari Kecamatan Rengasdengklok Kabuapaten Karawang. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (152kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (169kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
Surat pernyataan.pdf Download (452kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (185kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (239kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (278kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (229kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (402kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (165kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (151kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Permasalahan penelitian ini berangkat dari perkembangan kawasan industri di Kabupaten Karawang yang mendorong perubahan penggunaan lahan, kondisi lingkungan, mata pencaharian, dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat agraris. Di tengah penyempitan ruang pertanian, keterbatasan infrastruktur, meningkatnya biaya produksi, serta daya tarik sektor nonpertanian, sebagian petani padi di Desa Amansari tetap mempertahankan aktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek-aspek yang melatarbelakangi keberlanjutan aktivitas petani padi, mengidentifikasi strategi petani dalam menghadapi tekanan industrialisasi, serta menganalisis bentuk ketahanan petani padi di Desa Amansari. Kerangka analisis menggunakan Teori Social Resilience Keck dan Sakdapolrak (2013) melalui tiga kapasitas, yaitu coping capacity, adaptive capacity, dan transformative capacity. Ketiga kapasitas tersebut digunakan untuk membaca kemampuan petani dalam bertahan, melakukan penyesuaian, serta membangun kapasitas kolektif dan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian diinterpretasikan menggunakan konsep ketahanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coping capacity terlihat dari kemampuan petani mempertahankan lahan, hasil panen sebagai pendapatan dan cadangan pangan, pengelolaan biaya produksi, serta dukungan keluarga dan antarpetani. Adaptive capacity menjadi kapasitas yang paling menonjol melalui penyesuaian pola dan waktu tanam, pengelolaan air, pemilihan bibit, diversifikasi penghidupan, pertukaran informasi, penyuluhan, dan pewarisan pengetahuan pertanian. Transformative capacity mulai berkembang melalui kelompok tani, penyampaian kebutuhan kolektif, serta hubungan dengan pemerintah dan lembaga eksternal, tetapi belum sepenuhnya kuat karena belum terlihat perubahan mendasar pada tata kelola lahan, perlindungan pertanian, dan mekanisme pengambilan keputusan. Dengan demikian, ketahanan petani lebih kuat pada kemampuan bertahan dan beradaptasi, sedangkan kapasitas transformasional masih memerlukan penguatan kelembagaan dan partisipasi.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ketahanan Petani; Kawasan Industri; Social Resilience; Coping Capacity; Adaptive Capacity; Transformative Capacity |
| Subjects: | Communities Communities > Villages Production, Industrial Economics > Other Extractive Industries Farm, Farming > Farmers |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Januar Alpahluzie |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 06:46 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 06:46 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140012 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



