Herawati, Lisna Siti (2026) Konsep kebahagiaan menurut Epictetus dan Al-Ghazali. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (229kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ASBTRAK.pdf Download (286kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN LULUS PLAGIARISM)
1221010052 Lisna Siti Herawati - Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme (2).pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (308kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (394kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (347kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (405kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (567kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (272kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (301kB) |
Abstract
Kebahagiaan merupakan tema universal yang senantiasa menjadi perhatian dalam berbagai tradisi pemikiran, baik filsafat Barat maupun Islam. Kebahagiaan dipandang sebagai salah satu tujuan utama kehidupan manusia, tetapi setiap tradisi memiliki pemahaman yang berbeda mengenai hakikat dan cara mencapainya. Penelitian ini berangkat dari perbedaan pandangan tersebut dengan mengkaji konsep kebahagiaan dalam Enchiridion karya Epictetus dan menganalisisnya melalui perspektif pemikiran Imam Al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep kebahagiaan menurut Epictetus serta mengetahui persamaan dan perbedaannya dengan konsep kebahagiaan dalam pemikiran Al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan pendektan kualitatif dengan metode filosofis. Metode tersebut digunakan untuk memahami, menafsirkan, dan menganalisis secara mendalam gagasan dan konsep kebahagiaan yang terdapat dalam Enchiridion Epictetus. Selanjutnya, konsep tersebut dianalisis melalui perspektif pemikiran Al-Ghazali dengan mengacu pada konsep sa'adah, tazkiyat al-nafs, pembentukan akhlak, dan ma'rifatullah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kebahagiaan Epictetus didasarkan pada prinsip dichotomy of control, kebajikan (virtue), dan penerimaan terhadap keadaan yang tidak berada dalam kendali manusia. Sikap tersebut bertujuan mencapai apatheia, yaitu keadaan jiwa yang bebas dari gangguan emosi berlebihan dan mencapai ketenangan batin. Sementara itu, Al-Ghazali memandang kebahagiaan sejati (sa'adah) sebagai kesempurnaan jiwa yang diperoleh melalui proses penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), pembentukan akhlak mulia, dan pengenalan kepada Allah (ma'rifatullah). Analisis menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan antara kedua pemikiran tersebut. Persamaannya terletak pada penekanan terhadap pengendalian diri, pembinaan karakter, dan pengelolaan keinginan sebagai jalan menuju kebahagiaan. Perbedaannya terletak pada orientasi akhir kebahagiaan. Epictetus menekankan ketenangan dan kebebasan batin dalam menghadapi kehidupan, sedangkan Al-Ghazali mengarahkan kebahagiaan pada kesempurnaan jiwa yang berpuncak pada kedekatan dengan Allah dan kebahagiaan abadi di akhirat. Dengan demikian, konsep kebahagiaan Epictetus memiliki titik temu dengan pemikiran Al-Ghazali dalam aspek pengendalian diri dan pembinaan jiwa, tetapi berbeda secara fundamental dalam dimensi spiritual dan orientasi kehidupan akhirat.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kebahagiaan; Epictetus; Enchiridion; Al-Ghazali; Sa'adah |
| Subjects: | Philosopy and Psychology Humankind Medieval Western Philosophy Islam > Islam and Philosophy |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | Lisna Siti Herawati |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 07:24 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 07:24 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140066 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



