Potensi protektif ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap gangguan perkembangan dan malformasi fetus mencit (Mus musculus) akibat paparan kafein

Salsabila, Hanum (2026) Potensi protektif ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap gangguan perkembangan dan malformasi fetus mencit (Mus musculus) akibat paparan kafein. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (PENGANTAR DIGILIB)
12_PENGANTAR DIGILIB.pdf

Download (313kB) | Preview
[img]
Preview
Text (COVER)
1_COVER.pdf

Download (789kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_ABSTRAK.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
11_KETERANGAN PLAGIASI.pdf

Download (247kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_DAFTAR ISI.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB I.pdf

Download (235kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (693kB)
[img] Text (BAB III)
6_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (556kB)
[img] Text (BAB IV)
7_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
8_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (217kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (264kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
10_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kafein merupakan senyawa psikoaktif yang dapat melintasi plasenta sehingga berisiko dapat memengaruhi proses perkembangan selama masa gestasi. Paparan kafein dosis tinggi selama kehamilan berpotensi memicu stres oksidatif yang berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan dan peningkatan risiko malformasi kongenital pada fetus. Pengembangan agen antioksidan berbasis bahan alam menjadi salah satu pendekatan yang banyak diteliti untuk mengurangi kerusakan akibat stres oksidatif selama kehamilan, salah satunya adalah daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama flavonoid, yang berperan sebagai antioksidan alami dan berpotensi melindungi jaringan fetus dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek protektif berbagai dosis ekstrak daun kelor terhadap gangguan perkembangan dan malformasi fetus mencit (Mus musculus) yang terpapar kafein. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (kafein 75 mg/kgBB), serta kelompok yang diberi kafein dan ekstrak daun kelor dosis 300, 600, dan 1200 mg/kgBB. Perlakuan diberikan secara oral mulai hari ke-6 hingga hari ke-17 periode kehamilan. Parameter yang diamati meliputi skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak, bobot tubuh induk, indikator reproduksi, serta pertumbuhan dan malformasi fetus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid serta memiliki aktivitas antioksidan kategori sedang (IC50 = 195,43 ppm). Pemberian ekstrak daun kelor berpengaruh signifikan terhadap pertambahan bobot tubuh indukan (p < 0,05). Selain itu, pemberian ekstrak daun kelor meningkatkan jumlah fetus hidup, serta menurunkan jumlah fetus mati, resorpsi, dan kejadian malformasi morfologi dan skeletal dibandingkan kelompok kafein, dengan dosis 600 mg/kg BB menunjukkan efek protektif terbaik. Dengan demikian, ekstrak daun kelor berpotensi menekan dampak teratogenik terhadap perkembangan dan malformasi fetus akibat paparan kafein selama kehamilan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: kafein; malformasi kongenital; Moringa oleifera; Mus musculus; stres oksidatif
Subjects: Physiology > Reproduction, Growth Animals and Plants
Animals, Zoology, Wildlifes > Research of Animals
Pharmacology and Therapeutics > Toxicology
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi
Depositing User: Hanum Salsabila
Date Deposited: 02 Sep 2026 02:58
Last Modified: 03 Sep 2026 08:58
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140084

Actions (login required)

View Item View Item