Penafsiran Hasanah dan Sayyi'ah dalam tafsir Muqatil bin Sulaiman : Kajian Al-wujuh wa An-naza’ir

Fadillah, Muhammad Akmal (2026) Penafsiran Hasanah dan Sayyi'ah dalam tafsir Muqatil bin Sulaiman : Kajian Al-wujuh wa An-naza’ir. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf

Download (97kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISME)
Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme.pdf

Download (228kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (245kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (467kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (550kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (459kB)
[img] Text (BAB IV)
BA IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (244kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (237kB)

Abstract

Lafaz hasanah dan sayyi’ah merupakan dua lafaz dalam Al-Qur’an yang secara umum dipahami sebagai kebaikan dan keburukan. Namun, dalam berbagai ayat Al-Qur’an kedua lafaz tersebut memiliki keragaman makna yang berbeda sesuai dengan konteks penggunaannya. Muqatil bin Sulaiman melalui kitab Al-Wujuh wa An-Naza'ir fi Al-Qur'an al-'Azim menjelaskan bahwa satu lafaz dapat memiliki beberapa wujuh atau ragam makna yang harus dipahami berdasarkan konteks ayat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran lafaz hasanah dan sayyi’ah menurut Muqatil bin Sulaiman berdasarkan teori Al-Wujuh wa An-Naza'ir serta menganalisis persamaan, perbedaan, dan perkembangan penafsiran para mufasir terhadap kedua lafaz tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian adalah kitab Al-Wujuh wa An-Naza'ir fi Al-Qur'an al-'Azim karya Muqatil bin Sulaiman, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab tafsir klasik, modern, dan kontemporer serta berbagai literatur yang berkaitan dengan objek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan teori Al-Wujuh wa An-Naza'ir. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengidentifikasi ragam makna lafaz hasanah dan sayyi’ah, kemudian membandingkannya dengan penafsiran para mufasir dari berbagai periode guna memperoleh gambaran mengenai persamaan, perbedaan, dan perkembangan penafsirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muqatil bin Sulaiman mengelompokkan lafaz hasanah dan sayyi’ah ke dalam lima wujuh makna, yaitu: (1) kemenangan dan rampasan perang serta kekalahan dan pembunuhan; (2) tauhid dan syirik; (3) curah hujan, kesuburan, dan kekeringan; (4) kesejahteraan dan hukuman di dunia; serta (5) pengampunan dan ucapan yang baik serta ucapan buruk dan tindakan yang menyakiti. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Muqatil tidak memahami hasanah dan sayyi’ah sebagai dua lafaz yang memiliki satu makna tetap, melainkan sebagai lafaz yang maknanya dapat berubah sesuai dengan konteks ayat. Pendekatan wujuh yang digunakan Muqatil memperlihatkan bahwa konteks menjadi dasar penting dalam menentukan makna kedua lafaz tersebut. Hasil perbandingan dengan penafsiran para mufasir periode klasik, modern, hingga kontemporer menunjukkan adanya persamaan, perbedaan, dan perkembangan penafsiran. Persamaannya terlihat pada kecenderungan para mufasir dalam mempertimbangkan konteks ayat ketika menentukan makna hasanah dan sayyi’ah. Sementara itu, perbedaannya tidak hanya terletak pada metode dan corak penafsiran, tetapi juga pada aspek yang lebih luas dalam menjelaskan hubungan kedua lafaz tersebut dengan persoalan teologis, sosial, moral, dan kehidupan manusia. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa makna hasanah dan sayyi’ah mengalami elaborasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik setiap periode penafsiran. perkembangan tersebut tidak menghilangkan prinsip dasar yang telah terlihat dalam penafsiran Muqatil, yaitu penentuan makna berdasarkan konteks penggunaan lafaz dalam ayat. Penafsiran Muqatil bin Sulaiman terhadap hasanah dan sayyi’ah dapat dipandang sebagai salah satu pijakan awal dalam melihat keragaman makna kedua lafaz tersebut, yang kemudian mengalami pengembangan dalam penafsiran periode berikutnya melalui pendekatan yang semakin beragam. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa teori Al-Wujuh wa An-Naza'ir merupakan salah satu pendekatan yang penting dalam memahami keragaman makna lafaz Al-Qur’an. Teori ini menunjukkan bahwa satu lafaz dapat memiliki beberapa makna yang berbeda sesuai dengan konteks penggunaannya, sehingga penafsiran tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan makna leksikal suatu kata. Temuan penelitian ini juga memperlihatkan bahwa penafsiran Muqatil bin Sulaiman menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan kajian Al-Wujuh wa An-Naza'ir yang kemudian dikembangkan oleh para mufasir pada periode-periode berikutnya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, khususnya dalam memahami keragaman makna lafaz Al-Qur’an secara lebih komprehensif dan kontekstual.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Hasanah, Sayyi’ah; Muqatil bin Sulaiman; Al-Wujuh wa An-Naza'ir; Tafsir Al-Qur’an.
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Muhammad Akmal Fadillah
Date Deposited: 31 Aug 2026 03:24
Last Modified: 31 Aug 2026 03:24
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140089

Actions (login required)

View Item View Item