Nurjanah, Nurjanah (2026) Makna layanan bimbingan keagamaan untuk mengurangi stres pada warga binaan wanita : penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Sukamiskin Kota Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (133kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (166kB) | Preview |
|
|
Text (SK_BEBAS PLAGIARISME)
SK_BEBAS_PLAGIARISME.pdf Download (127kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (243kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (353kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (571kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (397kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAPTAR PUSAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (305kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (741kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi stres yang dialami warga binaan wanita selama menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Sukamiskin, Kota Bandung. Stres tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti, aspek emosional, kognitif, fisiologis, perilaku, dan sosial. Dalam kondisi tersebut, bimbingan keagamaan menjadi salah satu upaya pembinaan untuk membantu pengelolaan stress warga binaaan wanita disana. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan pengalaman warga binaan wanita dalam mengikuti layanan bimbingan keagamaan, memahami makna kondisi stres yang mereka rasakan selama menjalani masa pidana, serta mengungkap esensi bimbingan keagamaan dalam membantu pengelolaan stres. Penelitian ini menggunakan teori Religious Coping Kenneth I. Pargament (1997), yang membagi koping religius menjadi positive religious coping dan negative religious coping, yang menjelaskan bahwa individu memanfaatkan agama dan spiritualitas sebagai strategi dalam menghadapi stres dan berbagai situasi kehidupan yang sulit. serta teori Psychological Well-being Bernice Neugarten (1961) yang dikembangkan oleh Carol D. Ryff melalui enam dimensi kesejahteraan psikologis. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman hidup warga binaan wanita secara mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi sehingga mampu menggambarkan pengalaman subjektif para partisipan dalam mengikuti layanan bimbingan keagamaan serta memaknai kondisi stres yang mereka alami selama menjalani masa pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan keagamaan mampu meningkatkan kedisiplinan warga binaan dalam beribadah, mengubah pemaknaan stres dari sesuatu yang dipandang sebagai hukuman menjadi proses introspeksi dan pembelajaran hidup, serta membentuk strategi religious coping yang lebih adaptif. Disimpulkan bahwa bimbingan keagamaan berperan penting dalam memperkuat spiritualitas dan membantu pengelolaan stres warga binaan wanita.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Makna Layanan Bimbingan Keagamaan; Stres; Warga Binaan Wanita |
| Subjects: | Applied Psychology > Counseling and Interviewing Educational Institutions, Schools and Their Activities |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | Nurjanah |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 02:39 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 03:24 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140251 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



