Yani, Neng (2026) Perspektif birokrasi garis depan (Street Level Bureaucracy) dalam pengelolaan sampah berbasis Rumah Maggot di kelurahan Rancabolang kota Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Text (COVER).pdf Download (85kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Text (ABSTRAK).pdf Download (82kB) | Preview |
|
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
Text (LEMBAR PERNYATAAN).pdf Download (604kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Text (DAFTAR ISI).pdf Download (313kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
Text (BAB I).pdf Download (545kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
Text (BAB II).pdf Restricted to Registered users only Download (537kB) |
||
|
Text (BAB III)
Text (BAB III).pdf Restricted to Registered users only Download (292kB) |
||
|
Text (BAB IV)
Text (BAB IV).pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
Text (BAB V).pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Text (DAFTAR PUSTAKA).pdf Restricted to Registered users only Download (250kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Text (LAMPIRAN).pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Permasalahan sampah organik di Kota Bandung masih menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan. Meskipun Program Rumah Maggot telah dikembangkan sebagai upaya pengurangan sampah organik, capaian pengelolaan sampah antar wilayah menunjukkan hasil yang berbeda. Kelurahan Rancabolang menjadi salah satu wilayah yang berhasil mengelola sampah organik secara optimal sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif Street level bureaucracy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran birokrasi garis depan dalam pengelolaan sampah berbasis Rumah Maggot di Kelurahan Rancabolang Kota Bandung. Fokus penelitian diarahkan pada peran aparatur dan petugas lapangan sebagai pelaksana kebijakan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program. Kerangka berpikir penelitian menggunakan teori Street level bureaucracy yang dikemukakan oleh Maynard-Moody dan Portillo, yang terdiri atas lima dimensi, yaitu status frontline, interaksi dengan warga, diskresi atau kebijaksanaan, otonomi, serta keterlibatan dalam pembuatan kebijakan akhir. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Informan penelitian terdiri atas staf Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Lurah Rancabolang, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan, petugas Rumah Maggot, petugas pengangkut sampah, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif Street level bureaucracy dalam pengelolaan sampah berbasis Rumah Maggot di Kelurahan Rancabolang tercermin melalui peran aktif birokrasi garis depan dalam mengimplementasikan kebijakan di tingkat lokal. Keberhasilan program didukung oleh interaksi yang intensif dengan masyarakat, pemanfaatan diskresi dalam mengatasi berbagai kendala operasional, serta otonomi dalam pengambilan keputusan sesuai dengan kondisi lapangan. Meskipun demikian, keterbatasan sumber daya manusia dan tingginya beban kerja masih menjadi tantangan dalam implementasi program. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi pengelolaan sampah berbasis Rumah Maggot tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan formal, tetapi juga oleh kemampuan birokrasi garis depan dalam mengadaptasikan kebijakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lokal.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengelolaan Sampah; Rumah Maggot; Street level bureaucracy; |
| Subjects: | Public Administration |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Administrasi Publik |
| Depositing User: | Neng Yani |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 04:24 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 04:24 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140591 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



