Azzanjani, Nisyapuri and Nasrudin, Nasrudin and Mahbub, Moch. and Jaenudin, Jaenudin and Herdiana, Dian (2026) Praktik uang muka bersyarat pada reservasi makanan di Restoran Gaya Brasserie Kecamatan Bandung Wetan Kota Bandung perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi, 6 (2). pp. 1-18. ISSN E-ISSN:2797-0787
|
Text
Nisyapuri Azzanjani Artikel.pdf Download (435kB) | Preview |
Abstract
ENGLISH: Paying a deposit before making a food reservation is a common practice among restaurants to ensure that reservations are confirmed. However, in practice, there are still issues regarding the status of the deposit in the event of a reservation cancellation. This study aims to examine the practice of advance payment for dining reservations at Gaya Brasserie in Bandung and analyze it from the perspective of Sharia Economic Law. This study employs an empirical-juridical approach using descriptive methods. Data were collected through observation, interviews with restaurant staff and customers, documentation, and a literature review. The results show that Gaya Brasserie requires a deposit of Rp200,000.00 as a condition for making a reservation. This deposit is applied toward the total payment if the transaction proceeds; however, if the reservation is canceled, the deposit may be forfeited. This practice aligns with the concept of bai’ al-‘urbun in Islamic Economic Law. However, its implementation does not yet fully comply with the principles of bayān and al-‘adl because the terms regarding the status of the deposit in the event of cancellation have not been clearly communicated to consumers. Therefore, the restaurant needs to provide clearer information regarding payment terms and reservation cancellations so that transactions can be conducted transparently and in accordance with the principles of Islamic Economic Law. INDONESIA: Pembayaran uang muka sebelum melakukan reservasi makanan merupakan salah satu praktik yang banyak diterapkan oleh restoran sebagai bentuk kepastian dalam pemesanan. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat persoalan mengenai status uang muka apabila terjadi pembatalan reservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pembayaran uang muka pada reservasi makanan di Gaya Brasserie Kota Bandung dan menganalisisnya berdasarkan perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pihak restoran dan konsumen, dokumentasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya Brasserie menetapkan uang muka sebesar Rp200.000,00 sebagai syarat untuk melakukan reservasi. Uang muka tersebut diperhitungkan sebagai bagian dari pembayaran apabila transaksi dilanjutkan, sedangkan apabila reservasi dibatalkan, uang muka dapat dinyatakan hangus. Praktik tersebut memiliki kesesuaian dengan konsep bai’ al-‘urbun dalam Hukum Ekonomi Syariah. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya memenuhi prinsip bayān dan al-‘adl karena ketentuan mengenai status uang muka ketika terjadi pembatalan belum disampaikan secara jelas kepada konsumen. Oleh karena itu, pihak restoran perlu memberikan informasi yang lebih jelas mengenai ketentuan pembayaran dan pembatalan reservasi agar transaksi dapat dilakukan secara transparan dan sesuai dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | down payment; bai’ al-‘urbun; reservasi makanan; hukum ekonomi syariah; kejelasan akad. |
| Subjects: | Islam > Islam and Economics Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Muamalat, Muamalah/Hukum Perdata Islam Business > Data Processing and Analysis of Business |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah |
| Depositing User: | Nisyapuri Azzanjani |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 04:51 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 04:51 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140596 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



