Yoga Zulkarnain, Noer Moch. (2026) Etika kehormatan perspektif Aristoteles: Studi kasus pada carok madura. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (110kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (185kB) | Preview |
|
|
Text (SK Bebas Plagiarism)
Surat Keterangan Bebas Plagiarisme-1221010081 Noer Moch. Yooga Zulkarnain.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (261kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I .pdf Download (395kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (379kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (386kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (703kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (239kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (322kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Fenomena carok merupakan salah satu praktik budaya yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Madura dan sering dipahami sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan, harga diri, dan martabat keluarga. Di sisi lain, praktik tersebut menimbulkan dilema moral karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, ajaran agama, serta sistem hukum nasional. Perbedaan cara pandang tersebut menjadikan carok menarik untuk dikaji melalui perspektif filsafat, khususnya etika kehormatan Aristoteles yang menekankan pentingnya kebajikan keberanian, keadilan,dan kebijaksanaan praktis sebagai dasar tindakan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna carok dalam konstruksi budaya masyarakat Madura serta menganalisis praktik tersebut dari perspektif etika kehormatan Aristoteles. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh dari hasil wawancara, buku, artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, dokumen sejarah, studi kepustakaan (library research), serta berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai budaya Madura, carok, dan filsafat etika Aristoteles. Analisis data dilakukan melalui teknik reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan secara filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carok merupakan konstruksi budaya yang lahir dari sistem nilai kehormatan masyarakat Madura, di mana harga diri dipandang sebagai nilai sosial yang harus dijaga. Namun, dalam perspektif etika Aristoteles, tindakan mempertahankan kehormatan melalui kekerasan tidak mencerminkan kebajikan yang sesungguhnya karena mengabaikan prinsip keadilan, kebijaksanaan praktis, dan jalan tengah (golden mean). Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep kehormatan dalam budaya Madura tetap memiliki nilai moral yang penting, tetapi implementasinya perlu direkonstruksi melalui penyelesaian konflik yang damai, rasional, dan sesuai dengan nilai-nilai kebajikan, hukum, serta kemanusiaan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Etika Kehormatan; Aristoteles; Carok; Budaya Madura; Kehormatan |
| Subjects: | Ethics, Moral Philosophy Culture and Institutions |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | Noer Moch. Yoga Zulkarnain |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 03:34 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 03:34 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140812 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



