Analisis Komparatif Convolutional Neural Network (CNN) dan XGBoost untuk Deteksi dan Klasifikasi Gerakan Tendangan Taekwondo menggunakan Data Pose Estimation

Nasrulloh, Ashrul (2026) Analisis Komparatif Convolutional Neural Network (CNN) dan XGBoost untuk Deteksi dan Klasifikasi Gerakan Tendangan Taekwondo menggunakan Data Pose Estimation. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (235kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_skbebasplagiarism.pdf

Download (595kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftarisi.pdf

Download (298kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1.pdf

Download (276kB) | Preview
[img] Text
6_bab2 (3).pdf
Restricted to Registered users only

Download (977kB) | Request a copy
[img] Text
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (495kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (201kB) | Request a copy
[img] Text
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (205kB) | Request a copy
[img] Text
11_lampiran (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Taekwondo merupakan seni bela diri yang memerlukan evaluasi gerakan secara presisi. Namun, pengamatan manual oleh pelatih seringkali bersifat subjektif dan kurang akurat, terutama saat mengevaluasi atlet dalam jumlah masif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem otomatisasi analisis gerakan tendangan Taekwondo berbasis pose estimation, serta mengkomparasikan efektivitas arsitektur Convolutional Neural Network yang terintegrasi dengan Long Short-Term Memory (CNN-LSTM) melawan algoritma Extreme Gradient Boosting (XGBoost). Pengembangan sistem ini berpedoman pada metodologi CRISP-DM. Dataset primer yang digunakan berjumlah 500 video dari 10 atlet yang memperagakan lima jenis tendangan (Dolyo Chagi, Dwi Chagi, Jumping Yeop Chagi, Up Chagi, dan Yeop Chagi). Proses ekstraksi fitur spasial dilakukan menggunakan kerangka kerja MediaPipe Pose untuk melacak 33 titik sendi tubuh secara berurutan. Koordinat mentah tersebut direkayasa menjadi fitur biomekanik yang direpresentasikan dalam dua format: matriks sekuensial berdimensi (30 × 26) sebagai masukan CNN-LSTM, dan larik 260 fitur statistik deskriptif untuk masukan XGBoost. Guna mencegah kebocoran data (data leakage), dataset dipartisi dengan rasio 65:15:20, di mana augmentasi data diterapkan secara eksklusif hanya pada himpunan data latih. Untuk memastikan evaluasi yang objektif, masing-masing algoritma diuji melalui tiga skenario hyperparameter tuning, di mana model terbaik dipilih berdasarkan akurasi validasi tertinggi. Hasil pengujian komparatif tahap akhir menunjukkan bahwa arsitektur CNN-LSTM (Skenario Agresif) mendemonstrasikan keunggulan absolut dengan capaian akurasi pengujian (testing) sebesar 97,00%, membuktikan kemampuannya yang luar biasa dalam mengenali urutan momentum temporal secara berkesinambungan. Sementara itu, algoritma XGBoost (Skenario Agresif) mencatatkan akurasi sebesar 91,00%, yang menunjukkan adanya fenomena kehilangan informasi kronologis akibat peringkasan fitur statistik statis. Kesimpulannya, CNN-LSTM terbukti lebih superior, presisi, dan stabil untuk analisis deret waktu gerakan beladiri, sedangkan XGBoost direkomendasikan sebagai alternatif yang efisien untuk implementasi pada perangkat komputasi terbatas.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: CNN-LSTM; CRISP-DM; MediaPipe; Pose Estimation; XGBoost.
Subjects: Special Computer Methods > Artificial Intelligence
Special Computer Methods > Computer Vision
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Teknik Informatika
Depositing User: Ashrul Ashrul Nasrulloh Ashrul
Date Deposited: 02 Sep 2026 06:35
Last Modified: 03 Sep 2026 04:09
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140841

Actions (login required)

View Item View Item