Mahasna, Diandra (2026) Identitas sosial remaja melalui Ekstrakurikuler Kabaret : Penelitian di SMAS Plus Al-Ghifari Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (122kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf Download (78kB) | Preview |
|
|
Text
Halaman Pernyataan Bebas Plagiasi (1).pdf Download (607kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_DaftarIsi.pdf Download (178kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_Bab I.pdf Download (251kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
5_ Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (227kB) |
||
|
Text (BAB III)
6_Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (250kB) |
||
|
Text (BAB IV)
7_Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (372kB) |
||
|
Text (BAB V)
8_Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (187kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_DaftarPustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (156kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
10_ Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (500kB) |
Abstract
Kegiatan ekstrakurikuler memiliki posisi strategis dalam pembentukan karakter dan identitas remaja. Ekstrakurikuler seni pertunjukan kabaret hadir sebagai ruang sosial yang tidak sekadar menawarkan rekreasi, melainkan menuntut kolaborasi, kedisiplinan, dan tanggung jawab kolektif. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana proses pembentukan identitas sosial remaja di dalam kelompok kabaret serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses pembentukan identitas sosial remaja melalui keterlibatan mereka dalam kegiatan ekstrakurikuler Artefak Kabaret di SMAS Plus Al-Ghifari Bandung, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi terbentuknya identitas tersebut. Penelitian ini menggunakan kerangka Teori Identitas Sosial dari Henri Tajfel dan John Turner. Teori ini menjelaskan bahwa individu membentuk konsep dirinya melalui proses kategorisasi sosial, identifikasi sosial, dan perbandingan sosial saat berinteraksi di dalam kelompok. Pengakuan dari kelompok dipandang sebagai faktor penting yang dapat menguatkan harga diri sosial dan mempermudah internalisasi nilai-nilai kelompok ke dalam diri remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif berlokasi di SMAS Plus Al-Ghifari Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan informan yang meliputi anggota aktif, pembina, alumni, dan perwakilan sekolah. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan identitas sosial remaja di Artefak Kabaret berlangsung melalui tahapan adaptasi, internalisasi budaya organisasi yang egaliter, kerja sama intensif di ruang latihan, hingga pengakuan melalui pementasan. Proses tersebut dilatarbelakangi oleh lima faktor utama: ketertarikan estetis pada seni pertunjukan, peran sentral pembina, budaya kekeluargaan tanpa senioritas, akumulasi pengalaman kolektif, serta validasi sosial dari sekolah dan masyarakat. Melalui dinamika tersebut, ekstrakurikuler kabaret terbukti berfungsi sebagai laboratorium sosial yang mampu mengubah remaja menjadi individu yang lebih mandiri dan percaya diri. Kata Kunci: Identitas Sosial, Remaja, Ekstrakurikuler, Kabaret.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Identitas Sosial; Remaja; Ekstrakurikuler; Kabaret |
| Subjects: | Communities > Community Sociology Arts |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Diandra Mahasna |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 02:06 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 02:13 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140913 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



