Al Faein, Zikro Elok (2026) Kajian semantik tentang makna al-karamah dalam Al-Qur’an diintegrasikan dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam Islam. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover Tesis.pdf Download (150kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (234kB) | Preview |
|
|
Text (SURAT KETERANGAN BEBAS PLAGIARISME)
Surat Keteranagn Bebas Plagiarisme.pdf Download (548kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (272kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (374kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (366kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (216kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (150kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (200kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara penegasan Al-Qur’an bahwa kemuliaan manusia merupakan anugerah Allah yang diukur dengan ketaqwaan dan kenyataan sosial yang menakar kemuliaan melalui harta, jabatan, serta garis keturunan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan makna dasar al-karamah, menguraikan makna relasionalnya dengan istilah-istilah Qur’ani lain yang berkaitan dengan kualitas kemanusiaan, dan menganalisis integrasinya dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berjenis kepustakaan dengan teknik analisis isi yang dioperasikan melalui tahapan semantik Toshihiko Izutsu, meliputi penetapan kata fokus, penelusuran makna dasar, analisis sintagmatik dan paradigmatik, pembacaan sinkronik dan diakronik, penyusunan medan semantik, serta perumusan pandangan dunia. Sumber primernya adalah mushaf Al-Qur’an dan al-Mu‘jam al-Mufahras, dengan data berupa empat puluh tujuh kemunculan akar kata ك ر م pada empat puluh enam ayat dalam dua puluh sembilan surat. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal. Pertama, makna dasar akar kata ك ر م adalah keluhuran yang melekat pada zat maupun perangai, mencakup nuansa nilai tinggi, kehormatan, dan kemurahan, serta berlawanan dengan ketercelaan dan kehinaan. Kedua, makna relasionalnya terbentang dalam tiga pola, yaitu kemuliaan sebagai anugerah Allah, kemuliaan sebagai tuntutan etis kepada sesama, dan kemuliaan yang digugat ketika diklaim atas dasar harta dan kuasa; dalam Al-Qur’an makna ini mengalami lima pergeseran, yaitu teosentrisasi, universalisasi, etisasi, sosialisasi, dan eskatologisasi, yang membentuk pandangan dunia bahwa setiap manusia telah dimuliakan sejak penciptaannya dan dipanggil membuktikan kemuliaan itu melalui ketaqwaan. Ketiga, temuan tersebut bertemu secara dua arah dengan nilai martabat kemanusiaan, kesetaraan, dan keadilan sebagaimana dirumuskan Mohammad Hashim Kamali, Nurcholish Madjid, dan Farid Esack, sehingga nilai-nilai kemanusiaan dalam Islam terbukti berakar pada sistem kosakata Al-Qur’an, bukan gagasan yang berasal dari luar.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | al-Karamah; semantik Toshihiko Izutsu; nilai-nilai kemanusiaan; martabat manusia |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan Philosopy and Theory > Semantics |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yabqiah Rahmi |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 03:26 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 03:26 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141163 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



