Fikri, M. Abdul Rahman (2026) Klasifikasi tingkat kedha'ifan hadis dalam buku Takhrij Hadis Durratun Nasihin karya Ahmad Lutfi Fathullah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
cover.pdf Download (316kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (312kB) | Preview |
|
|
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
Cek Plagiasi (4).pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (334kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (485kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (787kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (440kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (418kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (323kB) |
Abstract
Kitab Durratun Nasihin merupakan salah satu karya tasawuf yang sangat populer dan banyak dijadikan rujukan dakwah oleh masyarakat luas. Namun, kitab ini terindikasi memuat banyak riwayat hadis yang bermasalah secara sanad maupun matan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tingkat kedha'ifan hadis-hadis dalam kitab tersebut, dengan berpijak pada hasil penelitian dari buku Takhrij Hadis Durratun Nasihin karya Ahmad Lutfi Fathullah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui ekstraksi data takhrij, yang kemudian dianalisis dan dikelompokkan secara sistematis ke dalam kategori dha'if ringan, dha'if berat, serta klasifikasi teknis lainnya berdasarkan parameter ilmu musthalah hadis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 228 riwayat hadis bermasalah di dalam kitab tersebut. Secara rinci, klasifikasi pada kategori dha'if ringan meliputi: Majhul 30 riwayat (13,16%), Su'ul Hifzh 22 riwayat (9,65%), Gharib 18 riwayat (7,89%), Inqitha' 16 riwayat (7,02%), Mursal 15 riwayat (6,58%), Layyinul Hadis 6 riwayat (2,63%), Mudallas 4 riwayat (1,75%), Shaduq Lahu Aghlat 3 riwayat (1,32%), Dha'if Munjabir 3 riwayat (1,32%), serta Maqlub dan Mu'allal masing-masing 1 riwayat (0,44%). Pada kategori dha'if berat dan tertolak, temuan didominasi oleh riwayat Matruk sebanyak 58 riwayat (25,44%) dan Munkar 30 riwayat (13,16%), disusul oleh riwayat La Asla Lahu (tanpa asal-usul) 8 riwayat (3,51%), Dha'if La Yanjabir 2 riwayat (0,88%), dan Mukhtalaf Fih 1 riwayat (0,44%). Selain itu, ditemukan pula klasifikasi status riwayat khusus, yakni Maqtu' 3 riwayat (1,32%), Mauquf 2 riwayat (0,88%), serta 5 riwayat (2,19%) yang status hukum akhirnya belum dapat ditentukan. Secara keseluruhan, tingginya angka hadis matruk, munkar, dan bersanad putus mempertegas bahwa penyusunan kitab Durratun Nasihin lebih memprioritaskan penyampaian pesan moral (mau'izhah) dan motivasi ibadah (targhib wa tarhib) dibandingkan kepatuhan pada standar ketat transmisi ilmu hadis. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi panduan bagi pendakwah dan masyarakat agar lebih kritis dan selektif dalam mengamalkan riwayat keagamaan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Klasifikasi Hadis; Kedha'ifan; Durratun Nasihin; Ahmad Lutfi Fathullah, Takhrij. |
| Subjects: | Islam Umum |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | M. Abdul Rahman Fikri |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 06:41 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 04:37 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141236 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




