Faizal Tamam, Irva (2026) Analisi keberhasilan mediator non-hakim dalam menyelesaikan perkara perceraian di Pengadilan Agama Soreang 2024. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
01.cover.pdf Download (183kB) | Preview |
|
|
Text
02.Abstrak.pdf Download (185kB) | Preview |
|
|
Text
03. Keterangan bebas plagiarism.pdf Download (182kB) | Preview |
|
|
Text
04. Daftar Isi.pdf Download (188kB) | Preview |
|
|
Text
05. Bab 1.pdf Download (652kB) | Preview |
|
|
Text
06. Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
07. Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (205kB) |
||
|
Text
08. Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (496kB) |
||
|
Text
09. Bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (201kB) |
||
|
Text
10. Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (485kB) |
||
|
Text
11. Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (300kB) |
Abstract
Tingkat perceraian di Pengadilan Agama Soreang tahun 2024 masih tinggi, sementara mediasi non-hakim menunjukkan keberhasilan yang bervariasi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas mediasi non-hakim, faktor pendukung dan kendala yang dihadapi, serta peran mediator dalam meningkatkan kesepakatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberhasilan mediasi non-hakim dalam perkara perceraian, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi keberhasilan maupun hambatan, serta mengevaluasi peran mediator dalam proses mediasi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi perkara perceraian di Pengadilan Agama Soreang, kemudian dianalisis dengan kerangka teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto dan konsep Sulh dalam hukum Islam. Mediasi non-hakim lebih banyak menghasilkan kesepakatan parsial, terutama terkait hak asuh anak dan nafkah. Faktor pendukung keberhasilan meliputi keterampilan komunikasi, pemahaman hukum Islam, sertifikasi mediator, serta itikad baik para pihak. Kendala utama adalah rendahnya kesadaran hukum masyarakat, keterbatasan sarana prasarana, dan sikap tidak kooperatif pihak berperkara. Mediator non-hakim berperan sebagai fasilitator, negosiator, dan evaluator. Dengan perspektif Sulh, mediasi dipahami bukan sekadar prosedur formal, melainkan implementasi nilai perdamaian Islam yang relevan dengan sistem peradilan agama, sehingga memperkuat efektivitas penyelesaian sengketa keluarga.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mediasi; Perceraian; Mediator Non Hakim; Pengadilan Agama Soreang, Efektivitas Hukum |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam Private Law Private Law > Domestic Relations, Family Law, Marriage |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyah |
| Depositing User: | Irva Faizal Tamam |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 03:07 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 03:07 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141493 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



