Matin, Muhamad Abdul (2026) Isu-isu penistaan agama pada Majalah Pembela Islam (1929-1931). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (151kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (186kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (3MB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (174kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (618kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (590kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (649kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (213kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (253kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (379kB) | Request a copy |
Abstract
Majalah Pembela Islam merupakan media cetak yang menjadi saksi sejarah perjuangan intelektual umat Islam dalam menghadapi masifnya propaganda dan penistaan agama pada masa kolonial Belanda. Majalah ini terbit pertama kali pada Oktober 1929 dan diinisiasi oleh Komite Pembela Islam di Bandung. Eksistensinya bukan hanya sekadar media dakwah pelengkap, melainkan instrumen perlawanan utama terhadap hegemoni pers kolonial dan wacana kaum nasionalis-sekuler yang kerap memojokkan syariat Islam. Keberlangsungan narasi pembelaan dalam majalah ini dirawat secara konsisten oleh tokoh-tokoh penggerak utamanya, yang di antaranya adalah Ahmad Hassan sebagai penasihat dan Mohammad Natsir sebagai redaktur. Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, mengetahui sejarah pendirian dan dinamika Majalah Pembela Islam pada tahun 1929. Kedua, mengetahui dan menganalisis bagaimana isu-isu penistaan agama Islam ditanggapi serta dibingkai di dalam Majalah Pembela Islam pada masa krusial pergerakan, yakni tahun 1929-1931. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang di antaranya terdiri dari: heuristik, kritik (eksternal dan internal), interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majalah Pembela Islam mulai menunjukkan eksistensinya pada tahun 1929 akibat adanya kebuntuan ruang publik, di mana pers kolonial kerap memfasilitasi serangan terhadap Islam namun menolak memuat tulisan balasan dari pihak Muslim. Pada rentang tahun 1929-1931, majalah ini berhasil melakukan perlawanan wacana secara taktis terhadap isu penistaan agama yang dilakukan oleh kelompok misionaris Barat (seperti A.C. Christoffel dan G. van Duinen) maupun kaum nasionalis-sekuler (seperti Dr. Soetomo dan Soewarni). Melalui elemen framing, pemberitaan majalah ini mendefinisikan penistaan tersebut sebagai ancaman sistematis dari imperialisme, mendiagnosis penyebabnya sebagai kebutaan sejarah dan rekayasa politik kolonial ala Snouck Hurgronje, serta memberikan penilaian moral dengan membalikkan stigma yang menyerang Islam. Sebagai langkah penyelesaian, majalah ini secara konsisten menyerukan mobilisasi kesadaran berpolitik, persatuan umat, serta pemboikotan terhadap pers yang memusuhi Islam.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Persis; Pembela Islam; Penistaan Agama; Majalah Pembela Islam |
| Subjects: | Islam > Serial Publications of Islam Islam > Islamic History Islam > Propagation of Islam |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Muhamad Abdul Matin |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 08:19 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 08:19 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141538 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



