Maulida, Euis Nuzila Syifa Khatami (2026) Dari penyinggungan Agama hingga ke Vonis Hukum : Pembingkaian kasus Arswendo Atmowiloto dalam majalah Tempo 1990-1991. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (128kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (137kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (3MB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (183kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (381kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (413kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (734kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (129kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (199kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (906kB) | Request a copy |
Abstract
Kontroversi yang melibatkan Arswendo Atmowiloto menjadi salah satu peristiwa penting dalam perjalanan sejarah pers Indonesia pada masa Orde Baru. Peristiwa ini bermula dari dimuatnya hasil angket "50 Tokoh yang Dikagumi Pembaca Kita" dalam Tabloid Monitor edisi 15 Oktober 1990 yang menempatkan Nabi Muhammad SAW pada urutan di bawah sejumlah tokoh publik. Penerbitan angket tersebut memunculkan reaksi luas dari masyarakat, berbagai organisasi Islam, dan pemerintah yang kemudian berujung pada pencabutan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) Tabloid Monitor serta diprosesnya Arswendo Atmowiloto melalui jalur hukum. Dalam perkembangan kasus tersebut, Majalah Tempo secara konsisten mengikuti dan memberitakan setiap dinamika yang terjadi sehingga menarik untuk diteliti dari aspek pembingkaian pemberitaannya. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi dua hal, yaitu: pertama, bagaimana pembingkaian Majalah Tempo terhadap kasus Arswendo Atmowiloto yang berawal dari pemberitaan Tabloid Monitor tahun 1990; kedua, bagaimana respons masyarakat, tokoh agama, pemerintah, serta proses hukum yang menyertai kasus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Majalah Tempo membangun pembingkaian terhadap kasus Arswendo Atmowiloto dalam pemberitaannya pada tahun 1990-1991, sekaligus mengkaji berbagai respons yang muncul dari masyarakat, tokoh agama, pemerintah, hingga proses hukum yang dijalani Arswendo sebagai konsekuensi dari kontroversi tersebut. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majalah Tempo membingkai kasus Arswendo Atmowiloto tidak hanya sebagai persoalan penodaan agama, tetapi juga sebagai isu yang berkaitan dengan kebebasan pers, etika jurnalistik, dan kebijakan pemerintah pada masa Orde Baru. Pemberitaan Tempo menghadirkan beragam perspektif serta menggambarkan respons masyarakat, organisasi Islam, dan pemerintah yang berujung pada pencabutan SIUPP Tabloid Monitor dan proses hukum terhadap Arswendo. Kasus ini menunjukkan bahwa kebebasan pers pada masa Orde Baru masih berada di bawah kontrol negara serta dipengaruhi oleh pertimbangan politik dan sensitivitas keagamaan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Arswendo Atmowiloto; Majalah Tempo; Tabloid Monitor; Penistaan Agama; Kasus Survei; |
| Subjects: | Social Process > Conflict Social Criminal Law |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Euis Nuzila Syifa Khatami Maulida |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 01:14 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 01:14 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141539 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



