Fikri, Muhammad Fakhrul (2026) Studi hadis-hadis sutrah: Pemahaman matan, dan implementasinya dalam perspektif antropologi. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (81kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (108kB) | Preview |
|
|
Text (SURAT KETERANGAN LULUS CEK PLAGIARISME)
1221060060 Muhammad Fakhrul Fikri - Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme.pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (195kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (229kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (668kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (130kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (132kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (171kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman matan hadis-hadis tentang sutrah dalam salat serta implementasinya dalam konteks sosial dan budaya masyarakat Muslim perspektif antropologi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari kitab-kitab hadis, syarah hadis, fikih, ilmu hadis, serta literatur antropologi Islam. Analisis dilakukan melalui takhrij hadis, kajian sanad dan matan, pemahaman ma‘ānī al-ḥadīth, serta analisis kontekstual dengan perspektif antropologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang sutrah memiliki dasar periwayatan yang dapat dipertanggungjawabkan dan menunjukkan anjuran penggunaan sutrah sebagai pembatas bagi orang yang sedang melaksanakan salat. Sutrah berfungsi menjaga kekhusyukan, mencegah orang melintas di antara orang yang salat dan sutrahnya, serta menciptakan keteraturan dalam ruang ibadah. Bentuk sutrah dalam hadis juga beragam, seperti kendaraan, pelana, tombak, tiang, pohon, dan garis di atas tanah, yang menunjukkan adanya fleksibilitas dalam penerapannya. Dalam perspektif antropologi Islam, sutrah tidak hanya merupakan praktik ibadah, tetapi juga memiliki fungsi sosial sebagai penanda batas ruang, bentuk penghormatan terhadap orang yang sedang salat, dan pengaturan interaksi di lingkungan ibadah. Dengan demikian, ajaran sutrah tetap relevan diterapkan dalam berbagai kondisi sosial dan budaya dengan tetap mempertahankan prinsip dasarnya.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hadis; Sutrah; Pemahaman Matan; Antropologi Islam; Living Hadis. |
| Subjects: | Sociology and Anthropology, Society |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | M. Fakhrul Fikri |
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 03:53 |
| Last Modified: | 11 Sep 2026 03:53 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141683 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




