Arrazizqin, Dzikri Faiz (2026) Kritik Ibnu Miskawaih atas Doktrin Dikotomi kendali Epictetus. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (60kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (25kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
1221010029 Dzikri Faiz Arraziqin - Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme.pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (64kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (181kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (283kB) |
||
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (96kB) |
||
|
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (365kB) |
||
|
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (32kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (99kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya kembali Stoikisme sebagai filsafat praktis yang menekankan pengendalian diri melalui doktrin dikotomi kendali (dichotomy of control). Doktrin tersebut menempatkan penilaian, kehendak, dan sikap batin sebagai wilayah utama yang berada dalam kendali individu, sehingga menjadi dasar bagi tanggung jawab moral dan pengendalian diri. Meskipun memiliki koherensi dalam menjelaskan kehidupan moral individual, doktrin tersebut menimbulkan persoalan filosofis mengenai kecukupannya dalam menjelaskan pembentukan karakter manusia secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi doktrin dikotomi kendali Epictetus, menganalisis keterbatasannya berdasarkan perspektif etika kebajikan Ibnu Miskawaih, serta menilai kecukupannya sebagai landasan filosofis bagi pembentukan karakter manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif filosofis dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber primer penelitian meliputi Discourses dan Enchiridion karya Epictetus serta Tahdhib al-Akhlaq wa Tathhir al-A'raq karya Ibnu Miskawaih. Analisis dilakukan melalui rekonstruksi konseptual, interpretasi tekstual, dan evaluasi filosofis dengan menempatkan etika Ibnu Miskawaih sebagai kerangka evaluatif terhadap doktrin dikotomi kendali Epictetus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dikotomi kendali merupakan bagian integral dari sistem etika Epictetus yang berhubungan dengan konsep logos, prohairesis, penilaian rasional, pengendalian diri, kebajikan, dan eudaimonia. Perspektif etika Ibnu Miskawaih menunjukkan bahwa doktrin tersebut memiliki keterbatasan dalam menjelaskan pembentukan karakter secara menyeluruh, terutama dalam aspek struktur jiwa, habituasi moral, relasi sosial, dan orientasi manusia menuju sa'adah. Dengan demikian, doktrin dikotomi kendali memiliki nilai filosofis yang kuat dalam menjelaskan pengendalian diri dan tanggung jawab moral individual, tetapi belum memadai apabila digunakan secara mandiri sebagai landasan filosofis bagi pembentukan karakter manusia secara menyeluruh.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dikotomi Kendali; Epictetus; Etika Kebajikan; Ibnu Miskawaih; Stoikisme; Pembentukan Karakter; |
| Subjects: | Ethics, Moral Philosophy > Philosopy and Theory of Ethics Stoic Philosophy |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | Dzikri Faiz Arraziqin |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 06:49 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 06:49 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/142149 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



