Hasanah, Mutia (2026) Analisis syarah hadis tentang “anjuran memperbanyak keturunan” dalam menyoroti fenomena Filisida. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_Cover.pdf Download (170kB) | Preview |
|
|
Text
2_ Abstrak.pdf Download (158kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
4_Daftra Isi.pdf Download (246kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (289kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (608kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (277kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (741kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (198kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (236kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus filisida di Indonesia, yaitu pembunuhan anak yang dilakukan oleh orang tua kandung. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024 terjadi lebih dari 60 kasus filisida, sedangkan pada awal tahun 2025 tercatat lebih dari 40 kasus. Fenomena tersebut bertentangan dengan ajaran Islam yang menempatkan anak sebagai amanah yang harus dijaga, dilindungi, dan diasuh dengan penuh kasih sayang. Salah satu hadis yang sering dijadikan dasar pembahasan mengenai keturunan adalah hadis riwayat Abu Dawud nomor 2050, tazawwaju al-wadud al-walud fa inni mukathirun bikum al-umam. Hadis ini umumnya dipahami sebagai anjuran untuk memperbanyak keturunan, padahal melalui pendekatan syarah hadis terkandung pesan yang lebih luas mengenai pentingnya membangun keluarga yang dilandasi kasih sayang dan tanggung jawab sebagai dasar melahirkan generasi yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna hadis tentang anjuran memperbanyak keturunan melalui pendekatan syarah hadis secara mendalam dan kontekstual dan menganalisis kandungan hadis tersebut dalam menyoroti fenomena filisida di masyarakat modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Sumber data primer berupa hadis riwayat Abu Dawud nomor 2050 beserta kitab 'Aun al-Ma'bud Syarḥ Sunan Abi Dawud karya al-'Aẓim Abadi. Data dianalisis menggunakan metode syarah taḥlili yang meliputi takhrij hadis, analisis sanad, analisis mufradat, telaah asbab al-wurud, serta analisis kandungan hadis dengan menggunakan kerangka maqaṣid al-syari'ah, khususnya ḥifẓ al-nasl. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, hadis riwayat Abu Dawud nomor 2050 memiliki sanad yang muttasil dan dapat dijadikan hujah. Kandungan hadis tidak hanya menganjurkan memperbanyak keturunan, tetapi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara sifat al-wadud (penyayang) dan al-walud (berpotensi memiliki keturunan) sebagai dasar pembentukan keluarga yang harmonis. Kedua, dalam konteks filisida, hadis ini memberikan perspektif preventif bahwa tindakan pembunuhan anak mencerminkan hilangnya nilai al-wadd dalam keluarga. Oleh karena itu, hadis ini berkontribusi terhadap upaya pencegahan filisida melalui pemilihan pasangan yang tepat, pembentukan keluarga yang penuh kasih sayang, serta penguatan tanggung jawab pengasuhan sebagai implementasi ḥifẓ al-nasl.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Syarah Hadis; Al- Walud; Al-Wadud; Filisida |
| Subjects: | Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits Al-Hadits dan yang Berkaitan > Kritik terhadap Hadits |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Mutia Hasanah |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 09:07 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 09:07 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/142371 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



