Konflik sosial dalam sengketa tanah di Sukahaji Kota Bandung

Permanayudha, Muhammad Rafli (2026) Konflik sosial dalam sengketa tanah di Sukahaji Kota Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (125kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_sk bebasplagiarism.pdf

Download (287kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftarisi.pdf

Download (200kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1.pdf

Download (242kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (195kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (127kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (325kB) | Request a copy
[img] Text
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (129kB) | Request a copy
[img] Text
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (125kB) | Request a copy
[img] Text
11_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia masih menghadapi tingginya konflik agraria akibat ketimpangan penguasaan tanah, tumpang tindih administrasi pertanahan, serta meningkatnya kebutuhan lahan di kawasan perkotaan. Kota Bandung, khususnya kawasan Sukahaji, mengalami konflik sosial yang dipicu oleh sengketa tanah antara masyarakat, pihak pengembang, dan pemerintah. Konflik tersebut tidak hanya berkaitan dengan klaim kepemilikan tanah, tetapi juga memunculkan ketegangan sosial, perlawanan masyarakat, serta berbagai dampak terhadap kehidupan warga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan konflik sosial dalam sengketa tanah di Sukahaji Kota Bandung, menganalisis pola interaksi antara masyarakat, pemerintah, dan pengembang selama konflik berlangsung, serta mengkaji dampak konflik terhadap kehidupan sosial masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan teori konflik sosial Karl Marx. Menurut Marx, konflik sosial muncul sebagai akibat dari ketimpangan penguasaan sumber daya dan relasi kekuasaan yang tidak seimbang antara kelompok yang memiliki kontrol atas alat produksi dengan kelompok yang berada pada posisi subordinat. Dalam konteks Sukahaji, konflik dipahami sebagai pertentangan kepentingan antara masyarakat yang mempertahankan ruang hidupnya dengan pihak pengembang yang berupaya menguasai lahan untuk kepentingan ekonomi. Relasi kekuasaan, dominasi, dan perlawanan sosial menjadi faktor utama yang membentuk dinamika konflik di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam menggunakan snowball sampling, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas warga Sukahaji, relawan, anggota Aliansi Sukahaji Melawan, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan konflik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial di Sukahaji dipicu oleh konflik kepentingan antara masyarakat dan pengembang serta ketimpangan penguasaan sumber daya yang diperkuat oleh ketidakjelasan status kepemilikan tanah. Relasi antara warga, pemerintah, dan pengembang membentuk pola interaksi yang dipengaruhi oleh dominasi kekuasaan, solidaritas sosial, dan berbagai bentuk perlawanan kolektif masyarakat. Konflik tersebut juga berdampak terhadap munculnya trauma psikologis, menurunnya rasa aman, terganggunya aktivitas ekonomi warga, serta memperkuat solidaritas masyarakat dalam mempertahankan ruang hidup mereka.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Konflik Sosial; Sengketa Tanah
Subjects: Social Process
Social Process > Conflict Social
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Muhammad Rafli Permanayudha
Date Deposited: 17 Sep 2026 03:41
Last Modified: 18 Sep 2026 07:52
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/142471

Actions (login required)

View Item View Item