Hadi, Muqbil (2026) Akulturasi nilai Syukur dan Ukhuwah Islam pada tradisi Ngalaksa : Studi kasus Desa Wisata Rancakalong. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (283kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (181kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
Bab I.pdf Download (287kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
Bab II .pdf Restricted to Registered users only Download (400kB) |
||
|
Text (BAB III)
Bab III .pdf Restricted to Registered users only Download (876kB) |
||
|
Text (BAB IV)
Bab IV .pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) |
||
|
Text (BAB V)
Bab V .pdf Restricted to Registered users only Download (184kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (250kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji akulturasi nilai syukur dan ukhuwah Islam pada Tradisi Ngalaksa di Desa Wisata Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Tradisi Ngalaksa merupakan warisan budaya masyarakat Sunda yang tetap lestari dan mengalami penyesuaian seiring berkembangnya ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses integrasi nilai syukur dan ukhuwah dalam pelaksanaan Tradisi Ngalaksa serta memahami makna kedua nilai tersebut menurut masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan Teori Akulturasi Melville J. Herskovits yang meliputi penerimaan (acceptance), sinkretisme (syncretism), reinterpretasi (reinterpretation), dan penolakan (rejection), serta Antropologi Interpretatif Clifford Geertz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses akulturasi berlangsung melalui penerimaan unsur-unsur Islam ke dalam Tradisi Ngalaksa, perpaduan antara budaya Sunda dan ajaran Islam, reinterpretasi terhadap makna simbol-simbol tradisi sebagai ungkapan syukur kepada Allah Swt., serta penolakan terhadap unsur-unsur yang dipandang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Masyarakat memaknai nilai syukur sebagai wujud rasa terima kasih kepada Allah Swt. atas hasil panen yang diwujudkan melalui doa dan pelestarian tradisi, sedangkan nilai ukhuwah dimaknai sebagai semangat persaudaraan yang tercermin dalam gotong royong, musyawarah, dan kebersamaan selama pelaksanaan Tradisi Ngalaksa. Temuan ini menunjukkan bahwa Tradisi Ngalaksa merupakan bentuk akulturasi yang dinamis antara Islam dan budaya Sunda tanpa menghilangkan identitas budaya lokal maupun nilai-nilai keislaman yang hidup dalam masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Akulturasi; Ngalaksa; Syukur; Tradisi; Ukhuwah |
| Subjects: | Culture and Institutions |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi, Studi Agama Agama |
| Depositing User: | Muhamad Muqbil Hadi |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 01:49 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 01:49 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/142541 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



