Ar Ramadhan, Muhammad Raihan (2026) Kepemimpinan trasnformatif Kyai dalam meningkatkan semangat dan kinerja kerja Asatidz: Studi kasus di Pondok Modern Al-Aqsha. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (Cover)
Cover.pdf Download (91kB) | Preview |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Download (116kB) | Preview |
|
|
Text (Keterangan bebas plagiarism)
Keterangan Bebas Plagiarism.pdf Download (238kB) | Preview |
|
|
Text (Daftar Isi)
Daftar Isi.pdf Download (132kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (252kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (416kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (141kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (144kB) |
||
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran sentral kyai dalam menentukan dinamika pesantren, termasuk semangat dan kinerja kerja asatidz sebagai ujung tombak pendidikan. Variasi dedikasi dan kreativitas mengajar di kalangan asatidz Pondok Modern Al-Aqsha menarik untuk dikaji, mengingat pesantren sebagai organisasi berbasis nilai keagamaan memiliki karakteristik kepemimpinan yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa karakteristik dan prinsip kepemimpinan transformatif kyai, menganalisis implikasi dimensi-dimensinya terhadap semangat dan kinerja asatidz, serta mengetahui alasan kyai menerapkan kepemimpinan tersebut. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman (1994) serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Penelitian ini menggunakan teori kepemimpinan transformasional Burns (1978) dan Bass & Avolio (1994) melalui empat dimensi inti (Four I's), diperkaya dimensi kepemimpinan pendidikan Leithwood (1994), serta mempertimbangkan kritik Northouse terhadap teori tersebut. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan transformatif kyai terwujud melalui empat karakteristik inti (karismatik, inspirasional, stimulasi intelektual, perhatian individual) dan enam karakteristik tambahan berbasis nilai kepesantrenan, dijalankan atas prinsip keseimbangan antara keterbukaan terhadap perubahan dan penjagaan nilai inti kelembagaan. Sepuluh dimensi yang teridentifikasi berimplikasi pada terbentuknya kepercayaan dan kepatuhan tulus (sami'na wa atha'na) di kalangan asatidz melalui keteladanan dan dukungan kelembagaan yang terstruktur. Penerapannya didasarkan pada lima kebutuhan utama kyai yang saling berkaitan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformatif kyai memadukan pendekatan personal emosional dengan mekanisme kelembagaan terstruktur, dengan implikasi teoretis bahwa kerangka Bass dan Avolio perlu diperluas dengan dimensi Leithwood serta disesuaikan nilai kepesantrenan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kepemimpinan transformatif Kyai; Semangat dan Kinerja Kerja; Pondok Modern Al-Aqsha |
| Subjects: | Islam > Islamic Leaders Social Process > Leadership |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Manajemen Dakwah |
| Depositing User: | Muhamad Muhamad Raihan Ar Ramadhan |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 07:41 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 07:41 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/142663 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



