Alfakhruji, Syahid Wizdan (2026) Transformasi penggunaan Jilbab oleh artis Indonesia Pasca Orde Baru (2001-2017). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (122kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (124kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiasi.pdf Download (282kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (108kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (238kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (269kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (288kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (91kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (154kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (432kB) | Request a copy |
Abstract
Penggunaan jilbab di panggung hiburan Indonesia memiliki sejarah yang dinamis dan dipengaruhi oleh perubahan politik. Pada masa Orde Baru, jilbab sempat dipandang kaku, membatasi ruang gerak profesional, dan dicurigai akibat kebijakan pemerintah yang represif. Namun, setelah tumbangnya Orde Baru, terjadi pergeseran besar seiring berkembangnya teknologi informasi dan media massa, di mana jilbab mulai diterima sebagai bagian dari identitas populer dan gaya hidup modern di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan fase-fase perubahan estetika jilbab di kalangan artis Indonesia dari tahun 2001 hingga 2017. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendorong yang mengubah atribut keagamaan tersebut, dari sebuah identitas yang awalnya dianggap berisiko menghambat karier di dunia hiburan menjadi sebuah simbol prestasi yang diakui secara internasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi ini berjalan melalui tiga fase utama. Fase pertama (2001–2005) diawali oleh aksi berani artis perintis seperti Inneke Koesherawati dan Nella Regar yang berhijab di tengah risiko karier yang berat. Fase kedua (2006–2010) ditandai dengan akselerasi jilbab menjadi tren gaya hidup kasual anak muda melalui figur seperti Zaskia Adya Mecca. Fase ketiga (2010–2017) merupakan puncak transformasi di mana jilbab mapan sebagai identitas modern yang sukses menembus pusat mode dunia, seperti yang dicapai Dian Pelangi di New York Fashion Week 2017. Penelitian menyimpulkan bahwa para artis berhasil mempertemukan nilai religius dengan budaya populer, sekaligus menunjukkan titik temu antara kesalehan personal dan perkembangan industri kreatif di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Artis; Jilbab; Pasca Orde Baru; Transformasi Budaya; Indonesia |
| Subjects: | Islam Islam > Islam and Arts Islam > Islamic History |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Syahid Wizdan Alfakhruji |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 03:36 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 03:36 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/142760 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



