Budaya nongkrong : Al-Julus Fi Al-Thariq dalam perspektif Hadis

Adiningtias, Shilvi Rahma (2025) Budaya nongkrong : Al-Julus Fi Al-Thariq dalam perspektif Hadis. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_ Cover.pdf

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_ Abstrak.pdf

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_Daftar Isi.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB I.pdf

Download (277kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (472kB)
[img] Text (BAB III)
6_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (186kB)
[img] Text (BAB IV)
7_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (617kB)
[img] Text (BAB V)
8_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (133kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (138kB)

Abstract

Budaya nongkrong adalah berkumpul bersama teman-teman di berbagai tempat seperti warung kopi, taman, atau bahkan di pinggir-pinggir jalan serta tempat umum lainnya yang bertujuan untuk melepas penat, atau menghabiskan waktu. Aktivitas ini telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia khususnya remaja. Dalam pandangan Islam, nongkrong tidak secara mutlak dilarang, namun terdapat aturan-aturan yang harus dijaga, seperti menjaga pandangan dan membalas salam. Umumnya, kegiatan ini dilakukan oleh kalangan remaja sebagai sarana sosialisasi. Jika dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw., maka nongkrong bisa menjadi aktivitas yang bernilai positif. Sayangnya, dalam praktiknya, kegiatan nongkrong kerap disalahgunakan dan menimbulkan dampak negatif, seperti bergosip, menggoda pengguna jalan, merokok, bahkan melakukan tindakan menyimpang seperti berjudi dan mabuk-mabukan, terutama jika dilakukan di pinggir jalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena dinilai paling relevan dengan fokus kajian yang diangkat. Data yang dianalisis bersifat kualitatif, diperoleh dari sumber primer dan sekunder, yang kemudian ditafsirkan untuk membentuk kesimpulan yang utuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan secara menyeluruh hingga diperoleh informasi yang akurat dan relevan. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa hadis-hadis yang berkaitan dengan budaya nongkrong memiliki derajat sahih li ghairih karena seluruh perawinya tergolong tsiqah (terpercaya), sehingga hadis tersebut layak dijadikan hujjah. Budaya nongkrong dapat memberikan nilai positif apabila dilandasi niat yang baik dan dilakukan dalam konteks yang membangun. Analisis hadis-hadis terkait menunjukkan pentingnya menjaga adab, mempererat tali silaturahmi, serta menjauhi perilaku yang tercela saat sedang berkumpul. Penelitian ini memberikan pemahaman baru bagi umat Islam tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial, khususnya dalam menjaga etika selama berada di ruang publik dan memberikan hak kepada sesama pengguna jalan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Budaya nongkrong; remaja; hak pengguna jalan; Hadis;
Subjects: Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Kumpulan Hadits Muslim
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits
Depositing User: Shilvi Rahma Adiningtias
Date Deposited: 23 Sep 2026 02:13
Last Modified: 23 Sep 2026 02:13
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/142864

Actions (login required)

View Item View Item