Afifah, Lulu (2026) AAnalisis kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah persamaan irisan kerucut berdasarkan Self-explanation melalui pendekatan Fenomenografi. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
01. Cover.pdf Download (468kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
02. ABSTRAK.pdf Download (392kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
03. Keterangan Bebas plagiarism.pdf Download (418kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
04. Daftar Isi.pdf Download (781kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
05. BAB 1.pdf Download (575kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
06. BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (512kB) |
||
|
Text (BAB III)
07. BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (453kB) |
||
|
Text (BAB IV)
08. BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
09. BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (194kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10. Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (230kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11. Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (13MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah terkait persamaan irisan kerucut, baik dari sisi pemahaman konsep maupun prosedur penyelesaian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi kesulitan konseptual, variasi kesulitan prosedural, serta faktor-faktor penyebab kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah persamaan irisan kerucut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenografi dengan self-explanation sebagai instrumen diagnostik untuk mengungkap kesulitan mahasiswa. 105 mahasiswa diberikan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) dan kuis disertai self-explanation untuk dianalisis, 18 di antaranya dipilih melalui maximum variation sampling untuk diwawancarai secara mendalam guna memperkaya data fenomenografis. Analisis data dilakukan melalui tujuh tahap fenomenografi (familiarisasi, kondensasi, perbandingan, pengelompokan, artikulasi, pelabelan, dan penyusunan outcome space), dengan keabsahan data dijaga melalui member checking dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan mahasiswa dapat digambarkan dalam lima tingkatan outcome space hierarkis, yaitu: reproduksi hafalan tanpa pemahaman makna, kebingungan membedakan konsep dan representasi yang serupa, kelancaran prosedural tanpa pijakan konseptual, pemahaman kontekstual yang belum tertransfer ke soal baru, hingga pemahaman relasional yang berkembang melalui proses dan menopang strategi fleksibel. Faktor penyebab kesulitan pada tiap tingkatan bervariasi, mulai dari faktor struktural-institusional, afektif-situasional, dukungan sosial/skafolding, metakognitif, hingga strategi eksplorasi mandiri. Temuan ini memperkuat sekaligus memperkaya kajian sebelumnya mengenai kesulitan menyelesaikan masalah matematis mahasiswa dalam topik geometri analitik.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Self-explanation; fenomenografi; kesulitan menyelesaikan masalah matematis; outcome space; persamaan irisan kerucut |
| Subjects: | Higher Education, Universities Geometry > Analytic Geometries |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Program Studi Pendidikan Matematika |
| Depositing User: | Lulu Hasna Nur Afifah |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 02:27 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 03:08 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143082 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




