Hasan, Fadli (2026) Representasi jurnalistik lingkungan dalam pemberitaan bencana alam pada radar Bandung: Analisis wacana kritis Teaun A. Van Dijk Pada Media Daring Radarbandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (93kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (125kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (281kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (182kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (296kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (237kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (335kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (122kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSATAKA)
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (162kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (239kB) |
Abstract
Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat bencana alam yang tinggi, sehingga informasi mengenai bencana alam dan lingkungan menjadi hal yang penting untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Berdasarkan data BNPB periode 1 Januari–31 Desember 2025, tercatat 4.727 kejadian bencana di Indonesia, didominasi bencana hidrometeorologi (99,26%) seperti banjir, karhutla, cuaca ekstrem, tanah longsor, dan kekeringan, dengan dampak 1.666 korban meninggal dunia, ribuan luka-luka, serta lebih dari 12,1 juta jiwa terdampak dan mengungsi. Tingginya angka kejadian tersebut menjadikan media daring berperan penting dalam menyebarkan informasi sekaligus membentuk persepsi publik, namun pemberitaan bencana cenderung berfokus pada aspek kedaruratan dan minim menyoroti akar ekologisnya, sehingga pemahaman kritis masyarakat terhadap isu lingkungan masih rendah. Penelitian ini mengkaji representasi jurnalisme lingkungan dalam pemberitaan bencana alam pada media daring Radar Bandung melalui tiga fokus: struktur wacana, kognisi sosial jurnalis, dan konteks sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretif dengan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. Van Dijk. Data primer berupa lima artikel berita bencana alam Radar Bandung yang dipilih secara purposive, meliputi tiga berita berskala lokal dan dua berita berskala nasional. Hasil penelitian menunjukkan struktur wacana Radar Bandung bergeser sesuai skala peristiwa, berita lokal menonjolkan ancaman keselamatan dengan penjelasan ekologis minim, sedangkan berita nasional merepresentasikan bencana sebagai konsekuensi kerusakan ekologis dan kegagalan tata kelola lingkungan dengan argumentasi kausal dan advokasi kebijakan yang lebih kuat. Secara kognisi sosial, jurnalis bersikap akomodatif terhadap otoritas pemerintah pada liputan lokal, namun lebih kritis pada liputan nasional, akses wacana lokal didominasi aktor institusional pemerintah daerah, BPBD, BMKG, sedangkan liputan nasional membuka akses lebih luas bagi organisasi masyarakat sipil dan kementerian, dipengaruhi pula oleh posisi Radar Bandung dalam jaringan Jawa Pos Group. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jurnalisme lingkungan Radar Bandung konsisten menjalankan fungsi informasi, namun fungsi edukatif-kritis atas akar ekologis bencana baru menguat pada liputan nasional, mencerminkan ideologi kontekstual yang menegaskan pentingnya konsistensi bingkai kedaruratan dan akuntabilitas ekologis di seluruh skala pemberitaan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jurnalisme Lingkungan; Analisis Wacana Kritis; Representasi; Pemberitaan Bencana Alam |
| Subjects: | Journalism and Newspapers in Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Jurnalistik |
| Depositing User: | Fadli Hasan |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:28 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:28 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143190 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



