Zabadi, Fariq Fairuz (2026) Pemberitaan Games of the New Emerging Forces (GANEFO) dalam surat kabar merdeka edisi November tahun 1963. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_Cover.pdf Download (348kB) | Preview |
|
|
Text
2_Abstrak.pdf Download (323kB) | Preview |
|
|
Text
3_Surat Bebas Plagiasi.pdf Download (75kB) | Preview |
|
|
Text
4_Daftar Isi.pdf Download (370kB) | Preview |
|
|
Text
5_Bab I.pdf Download (698kB) | Preview |
|
|
Text
6_Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (457kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (521kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (320kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (455kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (974kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari fenomena politisasi olahraga yang mengemuka di Indonesia pada awal 1960-an, ketika Presiden Sukarno melalui sistem Demokrasi Terpimpin menempatkan olahraga sebagai bagian integral dari perjuangan anti-imperialisme dan penegasan solidaritas negara-negara Dunia Ketiga. Ketegangan antara Indonesia dan International Olympic Committee (IOC) yang muncul pascapenyelenggaraan Asian Games IV 1962 akibat penolakan Indonesia terhadap keikutsertaan Israel dan Taiwan berujung pada penangguhan status keanggotaan Indonesia dan menjadi salah satu pemicu langsung lahirnya GANEFO pada 1963. Di sisi lain, GANEFO juga merupakan perwujudan konkret dari gagasan Sukarno mengenai pertentangan antara Old Established Forces (OLDEFO), yakni kekuatan-kekuatan lama yang mapan, dan New Emerging Forces (NEFO), yakni bangsa-bangsa baru merdeka yang tengah memperjuangkan kedaulatan dan kesetaraan dalam tatanan dunia. Peristiwa besar ini kemudian direkam secara intensif oleh pers nasional, salah satunya Surat Kabar Merdeka, yang menjadi objek utama penelitian ini karena posisinya sebagai media nasional yang aktif memberitakan GANEFO sepanjang November 1963. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konteks sejarah penyelenggaraan GANEFO 1963 sekaligus menganalisis proses pembentukan makna atas peristiwa tersebut dalam pemberitaan Surat Kabar Merdeka. Secara lebih spesifik, penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana Merdeka membingkai GANEFO sejak tahap persiapan, pelaksanaan, hingga penutupan, serta bagaimana pembingkaian tersebut berkaitan dengan kepentingan politik, diplomasi, dan pembentukan identitas nasional Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya historiografi pers Indonesia sekaligus memperluas kajian pada irisan antara sejarah media dan sejarah olahraga-politik yang selama ini belum banyak ditelaah secara khusus. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahapan, yakni heuristik atau pengumpulan sumber, kritik sumber untuk menguji keaslian dan kredibilitas data, interpretasi untuk memaknai fakta-fakta yang telah teruji, serta historiografi sebagai tahap penulisan hasil penelitian secara sistematis. Sumber primer utama yang digunakan adalah pemberitaan Surat Kabar Merdeka edisi November 1963, yang dilengkapi dengan sumber-sumber pendukung berupa arsip resmi, publikasi Komite Nasional GANEFO, serta literatur sekunder yang relevan. Selain metode sejarah, penelitian ini juga menggunakan konsep representasi Stuart Hall sebagai pisau analisis untuk menelaah bagaimana makna GANEFO dikonstruksi, dinegosiasikan, dan disebarluaskan melalui bahasa serta narasi jurnalistik dalam surat kabar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Surat Kabar Merdeka menempatkan GANEFO bukan sekadar sebagai ajang kompetisi olahraga, melainkan sebagai instrumen politik anti-imperialisme yang menegaskan sikap Indonesia terhadap dominasi negara-negara Barat. Selain itu, GANEFO juga direpresentasikan sebagai ruang solidaritas negara-negara pascakolonial di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, sekaligus arena pembuktian kapasitas dan legitimasi Indonesia sebagai penyelenggara ajang internasional berskala besar. Selain itu, pemberitaan Merdeka turut menonjolkan euforia masyarakat, dukungan dari berbagai kalangan, serta capaian prestasi olahraga Indonesia selama penyelenggaraan GANEFO, di samping tetap merekam ketegangan yang berkelanjutan dengan IOC. Keseluruhan unsur pemberitaan tersebut secara bersama-sama berkontribusi dalam membentuk wacana nasionalisme dan diplomasi Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin, sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam upaya membangun tatanan dunia baru yang bebas dari pengaruh blok-blok kekuatan besar (non-blok).
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Demokrasi Terpimpin; GANEFO; Polotik Olahraga; Representasi Media; Surat Kabar Merdeka |
| Subjects: | International Relations > Foreign Policy, International Politics Athletic and Outdoor Sports > Olympic Games History of Southeast Asia > History of Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Muhammad Fariq Fairuz Zabadi |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 07:23 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 07:23 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143385 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




