Amelia, Reyditha and Rahman, Encep Taufik and Ghani, Agi Muhammad Abdul (2026) Resepsi jamaah terhadap dakwah persuasif ustaz Hilman Fauzi dalam program menata hati. RESEPSI JAMAAH TERHADAP DAKWAH PERSUASIF USTAZ HILMAN FAUZI DALAM PROGRAM MENATA HATI, 5 (1). pp. 95-110. ISSN 2830-3687
|
Text
JURNAL PUBLISH - REYDITHA AMELIA.pdf Download (327kB) | Preview |
Abstract
Dakwah persuasif yang memadukan pesan keagamaan dengan pengalaman emosional membentuk ruang pemaknaan yang beragam di kalangan jamaah. Keragaman ini menunjukkan bahwa jamaah tidak menerima pesan secara pasif, tetapi menafsirkannya berdasarkan pengalaman hidup dan kondisi emosional masing-masing. Kajian ini mengungkap resepsi jamaah terhadap dakwah Ustaz Hilman Fauzi dalam Program Menata Hati, khususnya pada proses pemaknaan, posisi decoding, dan peran emosi dalam penerimaan pesan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan 12 jamaah yang telah mengikuti Program Menata Hati minimal tiga kali. Informan dipilih melalui purposive sampling dan snowball sampling. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan enam tahapan analisis tematik Braun dan Clarke serta dipetakan berdasarkan teori encoding-decoding Stuart Hall. Hasil kajian menunjukkan bahwa jamaah memaknai pesan dakwah sebagai ajakan menata hati, menerima ketentuan Allah, memperkuat hubungan spiritual, dan mengurangi ketergantungan emosional kepada manusia. Resepsi terbagi ke dalam posisi dominan, negosiasi, dan oposisi. Storytelling, humor, muhasabah, journaling, sesi curhat, sedekah, dan doa bersama memperkuat keterlibatan emosional. Pengalaman hidup dan kondisi batin menentukan cara jamaah menerima, menyesuaikan, atau mengkritisi pesan. Jamaah juga melaporkan kecenderungan menjadi lebih reflektif, mampu mengelola emosi, dan memperbaiki relasi sosial. Namun, temuan ini berbasis pengalaman subjektif sehingga belum memverifikasi perubahan perilaku aktual. Observasi longitudinal diperlukan untuk menilai konsistensi perubahan tersebut. Pendakwah perlu merancang pesan yang empatik, kontekstual, dan sensitif terhadap pemulihan emosional jamaah. Secara teoretis, kajian ini memperluas teori resepsi Stuart Hall dalam konteks dakwah luring dengan menempatkan emosi sebagai faktor penting dalam proses decoding. Masa depan kajian dakwah persuasif memerlukan integrasi komunikasi, spiritualitas, dan psikologi audiens.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Persuasive Da’wah; Audience Reception; Stuart Hall Reception Theory; Menata Hati Program |
| Subjects: | Islam > Da'wah Social Interaction, Interpersonal Relations > Communication Administration of Economy > Administration of Communications |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Reyditha Amelia |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 03:10 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 03:10 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143775 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




