Repository Institusi

Istifham dalam kitab Adabul Mufrod karya Imam Bukhori pada Juz 1 : Kajian ilmu balaghah

Nurhakim, Iksan and Dayudin, Dayudin and Komarudin, Edi (2026) Istifham dalam kitab Adabul Mufrod karya Imam Bukhori pada Juz 1 : Kajian ilmu balaghah. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra, 3 (3). ISSN 3046-5931 (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Artikel Jurnal Iksan Nurhakim.pdf

Download (833kB) | Preview
Official URL: https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i3.5922

Abstract

Bahasa Arab memiliki kedudukan penting dalam kajian Islam karena menjadi bahasa utama yang digunakan dalam Al-Qur’an dan hadis. Pemahaman terhadap teks-teks keagamaan tidak cukup hanya melalui kajian struktur gramatikal, tetapi juga memerlukan analisis aspek balāghah untuk mengungkap keindahan bahasa dan maksud yang terkandung di balik suatu ungkapan. Salah satu kajian penting dalam ilmu ma‘ani adalah istifhām, yaitu gaya bahasa pertanyaan yang tidak selalu bermakna meminta jawaban, tetapi dapat memiliki tujuan retoris sesuai dengan konteks penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk adawāt al-istifhām serta menganalisis makna istifhām yang terdapat dalam Kitab Al-Adab al-Mufrad karya Imam al-Bukhari juz pertama berdasarkan perspektif ilmu ma‘ani Ahmad al-Hasyimi dalam kitab Jawāhir al-Balāghah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung unsur istifhām dalam hadis-hadis pada juz pertama Al-Adab al�Mufrad. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak melalui identifikasi dan pencatatan hadis yang memuat adāt al-istifhām. Analisis data dilakukan menggunakan teknik padan dengan mempertimbangkan konteks tuturan dan teori istifhām dalam ilmu ma‘ani.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan enam bentuk adawāt al-istifhām, yaitu hamzah يّأ ,ما ,من ,ھل ,(أ), dan فیك . Berdasarkan kajian ilmu ma‘ani, sebagian besar penggunaan istifhām termasuk kategori istifhām ḥaqīqī yang bertujuan memperoleh informasi, baik dalam bentuk ṭalab al-taṣawwur maupun ṭalab al�taṣdīq. Selain itu, ditemukan pula penggunaan istifhām yang mengalami pergeseran makna menjadi istifhām balāghī dengan tujuan seperti at-tasywīq (menarik perhatian), at-tanbīh (peringatan), at-ta’kīd (penguatan), at-taqrīr (penetapan), dan al-irsyād (arahan). Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan istifhām dalam hadis Nabi صلى الله عليه وسلم tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pertanyaan, tetapi juga menjadi metode komunikasi retoris yang memperkuat penyampaian nilai-nilai pendidikan dan adab dalam Islam.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Istifham; Ilmu Ma’ani; Balaghah; Al-Adabul Mufrod; Ahmad al-hasyimi
Subjects: Arabic
Linguistics
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Iksan Nurhakim
Date Deposited: 27 Oct 2026 02:48
Last Modified: 27 Oct 2026 02:48
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/144683

Actions (login required)

View Item View Item