Sari, Winda Puspita (2019) Pengaruh posisi penanaman eksplan terhadap pemberian 2,4- Dichlorophenoxyacetic Acid ( 2,4-D ) dalam perbanyakan salak unggul Tasikmalaya. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover[1].pdf Download (117kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak[1].pdf Download (136kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi[1].pdf Download (26kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_bab1[1].pdf Download (23kB) | Preview |
|
Text (BAB II)
5_bab2[1].pdf Restricted to Registered users only Download (22kB) | Request a copy |
||
Text (BAB III)
6_bab3[1].pdf Restricted to Registered users only Download (117kB) | Request a copy |
||
Text (BAB IV)
7_bab4[1].pdf Restricted to Registered users only Download (223kB) | Request a copy |
||
Text (BAB V)
8_bab5[1].pdf Restricted to Registered users only Download (128kB) | Request a copy |
||
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka[1].pdf Restricted to Registered users only Download (23kB) | Request a copy |
Abstract
Salak unggul asal Tasikmalaya merupakan kultivar salak unggul, keturunan dari salak Manonjaya yang memiliki rasa manis seperti madu, tidak kesat, dengan ukuran biji yang kecil dan daging buah lebih tebal. Berdasarkan keunggulan salak yang ditemukan, salak ini berpotensi dijadikan salak unggul dan diharapkan dapat meningkatkan daya saing serta menjadi pengganti salak lokal Manonjaya. Perbanyakan salak ini secara vegetatif melalui cangkok tidak menghasilkan pertumbuhan yang baik sehingga dilakukan perbanyakan melalui kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi penanaman eksplan terhadap pemberian 2,4 D dalam perbanyakan salak unggul Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratoriun Kultur Jaringan Tanaman Jurusan Agroteknologi Fakultas Sains Dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari bulan Maret sampai Oktober 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Rancangan percobaan dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah 2,4 D (0, 1, 3, 5, dan 7 mg L^(-1)) dan Faktor ke dua adalah posisi penanaman eksplan (Adaksial dan Abaksial), sehingga terdapat 10 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan pengaruh 2,4 D 1 mg L^(-1) pada posisi Adaksial menghasilkan respon pertumbuhan kalus pada 4 minggu setelah inisiasi (MSI). Eksplan belum mendapatkan respon pada konsentrasi 0 mg L^(-1), 3 mg L^(-1), 5 mg L^(-1) dan 7 mg L^(-1) pada posisi Adaksial maupun posisi Abaksial.
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | 2,4- Dichlorophenoxyacetic Acid; Abaksial; Adaksial; Salak Unggul Tasikmalaya |
Subjects: | Biology > Education, Research, Related Topics of Biology |
Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Pertanian/Agroteknologi |
Depositing User: | Winda Puspita Sari |
Date Deposited: | 25 Mar 2019 01:27 |
Last Modified: | 25 Mar 2019 01:27 |
URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/19498 |
Actions (login required)
View Item |