Islami, Isnaini Nur (2019) Estimasi dosis radiasi menggunakan PHITS (Particle and Heavy Ion Transport Code System) pada penyembuhan kanker payudara dengan PBFT (Proton Boron Fusion Therapy). Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
This is the latest version of this item.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (122kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (171kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf Download (158kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_bab1.pdf Download (387kB) | Preview |
|
Text (BAB II)
5_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (684kB) |
||
Text (BAB III)
6_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (287kB) |
||
Text (BAB IV)
7_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (532kB) |
||
Text (BAB V)
8_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (124kB) |
||
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (136kB) |
Abstract
Insiden kanker tertinggi di Indonesia adalah kanker payudara dengan presentase sekitar 16,7%. Radioterapi merupakan salah satu metode pengobatan kanker payudara yang memerlukan pemberian dosis radiasi yang optimal pada sel kanker dan meminimalisir dosis pada sel dan jaringan sehat. Teknik pengobatan PBFT merupakan metode radioterapi yang masih konseptual dan sedang dalam pengkajian. Teknik ini memiliki kemampuan lokalisasi yang efektif dan selective targeting dengan 3 alfa. Penelitian ini bertujuan mempelajari teknik PBFT pada penyembuhan kanker payudara dengan melakukan estimasi laju dosis radiasi, waktu iradiasi,dan dosis serap yang optimal melalui simulasi Monte Carlo dengan bantuan program PHITS. Keluaran yang didapatkan dari simulasi program PHITS adalah fluks proton, laju dosis proton dan foton. Dari keluaran tersebut diperoleh hasil untuk dosis serap optimal sebesar 50 Gy untuk variasi konsentrasi boron 20-100 µg/g jaringan kanker masing-masing dengan laju dosis 7,9142x10−3 Gy/s;8,9222x10−3 Gy/s; 9,9301x10−3 Gy/s; 1,0938x10−2 Gy/s; dan 1,1946x10−2 Gy/s untuk waktu iradiasi masing-masing adalah 1,7549 jam; 1,5567 jam; 1,3987 jam; 1,2698 jam; dan 1,1626 jam. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi boron maka semakin tinggi laju dosis dan semakin rendah waktu iradiasi sehingga dosis yang diserap rendah oleh jaringan sehat. Dan dengan mempertimbangkan jaringan sensitif paru-paru dan kulit, dosis radiasi pada penelitian ini tidak memiliki efek determinik.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | proton boron fusion therapy (PBFT); kanker payudara; dosis serap; laju dosis serap; percentage depth dose (PDD); profil dosis; boron uptake region; efek determinik ; particle and heavy ion transport code system (PHITS); |
Subjects: | Applied Physics Applied Physics > Radiography |
Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Fisika |
Depositing User: | Isnaini Nur Islami |
Date Deposited: | 13 Nov 2019 06:19 |
Last Modified: | 13 Nov 2019 06:19 |
URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/27077 |
Available Versions of this Item
-
Estimasi dosis radiasi menggunakan PHITS (Particle and Heavy Ion Transport Code System) pada penyembuhan kanker payudara dengan PBFT (Proton Boron Fusion Therapy). (deposited 06 Jan 2020 01:59)
- Estimasi dosis radiasi menggunakan PHITS (Particle and Heavy Ion Transport Code System) pada penyembuhan kanker payudara dengan PBFT (Proton Boron Fusion Therapy). (deposited 13 Nov 2019 06:19) [Currently Displayed]
Actions (login required)
View Item |