Repository Institusi

Penafsiran saksi keluarga dalam pelanggaran taklik talak: Perspektif rechtsvinding

Masyitha Sari, Rahmatika Tasyakurina Dewi and Ramdani, Riyan and Ziaharah, Lena Ishelmiany (2026) Penafsiran saksi keluarga dalam pelanggaran taklik talak: Perspektif rechtsvinding. Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara, 4 (1). pp. 368-379. ISSN 2987-8632

[img] Text (ARTICLE)
Artikel Jurnal.pdf
Restricted to Registered users only

Download (568kB) | Request a copy
Official URL: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/...

Abstract

INDONESIA: Penerimaan saksi keluarga dalam perkara perceraian akibat pelanggaran taklik talak masih menimbulkan perdebatan yuridis dalam praktik peradilan agama di Indonesia. Perdebatan tersebut muncul karena adanya ketegangan antara ketentuan Pasal 145 Het Herziene Indonesisch Reglement (HIR) yang membatasi kesaksian anggota keluarga dengan kebutuhan untuk mengungkap kebenaran materiil dalam perkara rumah tangga yang bersifat privat, terutama pada perkara yang diputus secara verstek karena ketidakhadiran tergugat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar hukum yang digunakan hakim dalam menerima saksi keluarga pada perkara perceraian akibat pelanggaran taklik talak dengan studi kasus Putusan Nomor 32/Pdt.G/2017/PA.Pkl. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen putusan pengadilan yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengaitkan fakta hukum dengan ketentuan hukum acara peradilan agama, teori rechtsvinding, dan konsep keadilan substantif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan saksi keluarga dapat dibenarkan secara yuridis berdasarkan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagai lex specialis, kewenangan hakim dalam melakukan penemuan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, serta kaidah ushul fiqh dan fiqhiyyah yang mendukung terwujudnya keadilan substantif. Penelitian ini menawarkan rekonstruksi legitimasi yuridis penerimaan saksi keluarga melalui integrasi hukum positif dan hukum Islam guna memperkuat kepastian hukum dalam praktik peradilan agama. ENGLISH: The acceptance of family witnesses in divorce cases resulting from violations of taklik talak remains a subject of legal debate within the Indonesian Religious Courts. This debate arises from the normative tension between Article 145 of the Het Herziene Indonesisch Reglement (HIR), which restricts testimony from family members, and the need to uncover material truth in private domestic disputes, particularly in default judgments where the defendant fails to appear before the court. This study aims to analyze the legal basis underlying judges’ considerations in accepting family witnesses in divorce cases caused by violations of taklik talak, using Decision Number 32/Pdt.G/2017/PA.Pkl as a case study. The research employs a normative juridical approach with a descriptive-analytical method. Data were collected through library research and document analysis of relevant court decisions. The analysis links legal facts with procedural law in religious courts, the theory of rechtsvinding, and the concept of substantive justice. The findings indicate that the acceptance of family witnesses can be legally justified based on Article 76 of Law Number 7 of 1989 concerning Religious Courts as a lex specialis provision, the judges’ authority to conduct legal discovery under Law Number 48 of 2009 concerning Judicial Power, and principles of ushul fiqh and fiqhiyyah that support the realization of substantive justice. This study offers a reconstruction of the juridical legitimacy of family witness acceptance through the integration of positive law and Islamic law to strengthen legal certainty in religious court practices.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Hukum Acara Peradilan Agama; Putusan Verstek; Rechtsvinding; Saksi Keluarga; Taklik Talak
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Pengadilan Islam, Qada'
Private Law > Domestic Relations, Family Law, Marriage
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyah
Depositing User: Rahmatika Tasyakurina Dewi Masyitha Sari
Date Deposited: 21 Oct 2026 02:21
Last Modified: 21 Oct 2026 02:21
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/56915

Actions (login required)

View Item View Item