Keabsahan jual beli Followers Instagram menurut KUH Perdata dan kompilasi Hukum Ekonomi Syariah

Ratnaningsih, Ismi (2023) Keabsahan jual beli Followers Instagram menurut KUH Perdata dan kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (Cover)
cover.pdf

Download (194kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstrak)
abstrak.pdf

Download (184kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar isi)
daftar isi.pdf

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab i)
bab i.pdf

Download (333kB) | Preview
[img] Text (Bab ii)
bab ii.pdf
Restricted to Registered users only

Download (411kB)
[img] Text (Bab iii)
bab iii.pdf
Restricted to Registered users only

Download (395kB)
[img] Text (Bab iv)
bab iv.pdf
Restricted to Registered users only

Download (195kB)
[img] Text (Daftar pustaka)
daftar pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (204kB)

Abstract

Saat ini banyak orang yang melakukan transaksi jual beli followers Instagram, karena mereka ingin mempopulerkan akun mereka, memperoleh followers sebanyak-banyaknya, ketika sesorang sudah mempunyai banyak followers otomatis ia mempunyai reputasi untuk menarik perhatian minat vendor untuk memasang iklan di akun Instagram mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1)Mengkaji permasalahan keabsahan jual beli followers Instagram menurut Kitab Undang-undang Perdata (KUHPer). 2)Mengkaji keabsahan jual beli followers Instagram menurut Kompilasi hukum ekonomi syariah (KHES). 3) Serta perbedaan dan persamaan keabsahan jual beli followers Instagram menurut KUH Perdata dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini didasari dari pemikiran bahwa dalam transaksi jual beli followers ada permasalahan aqad dalam proses transaksi, yakni tidak adanya keterbukaan kepada pembeli bahwa sebagian followers yang dijual adalah bot followers (akun pasif) dimana sewaktu-waktu pihak dari Instagram dapat melakukan pembersihan terhadapap akun pasif tersebut. Selain itu pada followers jenis real human (akun aktif) sewaktu-waktu bisa meng-unfollow (berhenti mengikuti).Sehingga, transaksi seperti ini tentunya sangat merugikan pihak pembeli. Penelitian sebagaimna menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif komperatif yaitu penelitian yang berusaha untuk mendeskripsikan tinjauan menerut KUH Perdata dan kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pustaka (library research), penelitian ini difokuskan terhadap bahan-bahan pustaka yang ditelusuri dan dikelola dari literatur tersebut berkaitan dengan pembahasan pada skripsi yang akan diteliti. Hasil dari penelitian ini bahwa: terdapat kesamaan keabsahan jual beli followers Instagram menurut KUH Perdata dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah yaitu:1)Pengertian perjanjian jual beli Syarat obyek perjanjian jual beli, 2)Konsep kesepkatan, 3)Unsur –unsur wanprestasi, 4)persamaan maksud dari pasal 1330 KUHPer dan pasal 4 KHES. Sedangkan perbedaan keabsahan jual beli followers Instagram menurut KUH Perdata dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah yaitu: 1)Batas umur kecakapan, 2)Asas-asas perjanjian jual beli, 3)Akibat hukum wamprestasi. Selain itu adapun analisis dari penulis berdasarkan data yang diperboleh terkait kosep harta dan unsur gharar dari Jual beli followers yakni di perbolehkan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Perjanjian; Jual Beli; Followers; Instagram; KUHP; KHES;
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Muamalat, Muamalah/Hukum Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum
Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum
Depositing User: Ismiratnan ismi ratnaningsih
Date Deposited: 20 Jul 2023 06:28
Last Modified: 20 Jul 2023 06:28
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/71661

Actions (login required)

View Item View Item