Kultur Nodus tanaman Krisan (Chrysanthemum morifolium Var. Jayanti) pada berbagai konsentrasi ekstrak Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata)

Ramadhan, Hanna Safira (2023) Kultur Nodus tanaman Krisan (Chrysanthemum morifolium Var. Jayanti) pada berbagai konsentrasi ekstrak Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (58kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (198kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (381kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (196kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (200kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (195kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (218kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (209kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (195kB) | Request a copy

Abstract

Tanaman krisan merupakan tanaman hias berupa bunga potong yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Peminat tanaman krisan terus meningkat setiap tahunnya sehingga diperlukan perbanyakan dengan skala besar dan berkualitas. Salah satu teknik perbanyakan tanaman krisan yaitu secara kultur nodus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum dan pengaruh penambahan ekstrak kecambah kacang hijau (Vigna radiata) terhadap pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum morifolium Var. Jayanti). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau yang yaitu konsentrasi 0, 2, 4, 6, dan 8 ppm dan konsentrasi BAP (6-Benzyl Amino Purine) optimal yaitu 2 ppm dengan 4 kali pengulangan. Parameter yang diukur adalah jumlah tunas (ruas), jumlah daun (helai), jumlah akar (buah), tinggi krisan (cm), morfologi planlet dan kelulusan hidup (%). Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Varian) dan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak kecambah kacang hijau berpengaruh pada pertumbuhan krisan. Berdasarkan parameter jumlah tunas, jumlah daun dan tinggi krisan diketahui bahwa perlakuan terbaik adalah ekstrak kecambah kacang hijau konsentrasi 2 ppm. Pada parameter jumlah akar didapat konsentrasi terbaik yaitu pada ekstrak kecambah kacang hijau 8 ppm. Tingkat kelulusan hidup tanaman krisan pada penelitian ini yaitu dengan persentase 100%. Penelitian ini dapat disimpulkan penambahan ekstrak kecambah kacang hijau sebagai zat pengatur tumbuh pada kultur jaringan krisan berpengaruh pada pertumbuhan tunas krisan dengan konsentrasi optimum ekstrak kecambah kacang hijau konsentrasi 2 ppm.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Ekstrak Kecambah Kacang Hijau; Krisan; Murashige dan Skoog
Subjects: Biology
Biology > Biologist
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi
Depositing User: Hanna Safira Ramadhan
Date Deposited: 18 Aug 2023 07:39
Last Modified: 18 Aug 2023 07:39
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/73707

Actions (login required)

View Item View Item