Isolasi dan karakterisasi bakteri asam laktat isolat KS.C.R.2 dari kimchi sawi putih yang berpotensi sebagai antihelmintes terhadap cacing Ascaris sp.

Hidayah, Meisa Luviani (2023) Isolasi dan karakterisasi bakteri asam laktat isolat KS.C.R.2 dari kimchi sawi putih yang berpotensi sebagai antihelmintes terhadap cacing Ascaris sp. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (47kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (506kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (411kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (531kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (633kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (200kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (467kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA: Kimchi merupakan salah satu makanan hasil fermentasi oleh bakteri asam laktat yang berbahan baku sayuran. Bakteri Asam Laktat (BAL) pada kimchi memiliki kemampuan untuk menghasilkan senyawa eksopolisakarida (EPS) yang mampu untuk membentuk koloni di usus dan mengaktivasi sel imun. BAL juga dapat menghasilkan enzim protease yang mampu menghidrolisis protein. Sehingga, BAL dapat digunakan untuk melawan infeksi cacing. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan karakterisasi BAL yang memiliki potensi antihelmintes terhadap cacing gelang (Ascaris sp.). Penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu deskriptif dan eksperimental dengan analisis data secara deskriptif dan statistik. Isolasi BAL dilakukan dengan metode direct (langsung) dari kimchi sawi putih. Karakterisasi BAL dilakukan dengan melakukan identifikasi makroskopik dan mikroskopik serta pewarnaan Gram. Pengujian antihelmintes dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari 1 kontrol negatif (NaCl 0,9%), perlakuan dengan penambahan BAL 1 mL, 2 mL, dan 3 mL, serta 1 kontrol positif dengan menggunakan pirantel pamoat. Pada semua perlakuan dihitung durasi waktu cacing menjadi lemah maupun mati yang dilakukan setiap 1 jam sekali selama 24 jam pengamatan. Hasil isolasi pada cairan kimchi diperoleh satu isolat dengan kode KS.C.R.2 yang memiliki karakterisasi ukuran small (kecil), bentuk circular (bulat), elevasi convex (cembung), margin entire (halus), bentuk sel basil, dan termasuk bakteri Gram positif. Hasil uji antihelmintes isolat KS.C.R.2 dapat melemahkan cacing paling cepat pada volume 3 mL dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah 3,5 jam. Kontrol positif membuat cacing mati dalam waktu 1 jam, sedangkan kontrol negatif tidak membuat cacing menjadi lemah maupun mati selama 24 jam. Selanjutnya, pengujian data dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis dan uji lanjutan berupa uji Two Sample Kolmogorov Smirnov dengan didapatkan hasil bahwa BAL isolat KS.C.R2 pada perlakuan dengan volume 3 mL memiliki kemampuan antihelmintes yang paling mendekati dengan kontrol positif. ENGLISH: Kimchi is one of the fermented foods by lactic acid bacteria (LAB) using vegetables as the main ingredient. Lactic acid bacteria present in kimchi have the ability to produce exopolysaccharide (EPS) compounds that can form colonies in the intestines and activate immune cells. LAB can also produce protease enzymes capable of hydrolyzing proteins. As a result, LAB can be used to combat worm infections. This study aims to isolate and characterize LAB with potential anthelmintic properties against roundworms (Ascaris sp.). The study utilizes both descriptive and experimental methods with data analysis conducted descriptively and statistically. The isolation of LAB was performed using the direct method from white cabbage kimchi. The characterization of LAB involved macroscopic and microscopic identification, as well as Gram staining. Anthelmintic testing was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments consist of 1 negative control (0.9% NaCl), treatments with the addition of 1 mL, 2 mL, and 3 mL of LAB, and 1 positive control using pyrantel pamoate. In all treatments, the duration of time for the worms to become weakened or die was recorded every 1 hour for a 24-hour observation period. Isolation results from the kimchi fluid yielded one isolate with the code KS.C.R.2, characterized by small size, circular shape, convex elevation, entire margin, bacillus cell shape, and classified as Gram-positive bacteria. The anthelmintic test results of the KS.C.R.2 isolate showed the fastest weakening of worms at a volume of 3 mL, with an average time required of 3.5 hours. The positive control caused the worms to die within 1 hour, while the negative control did not weaken or kill the worms during the 24-hour period. Furthermore, data analysis continued with the Kruskal-Wallis test and further testing through the Two Sample Kolmogorov-Smirnov test, resulting in the finding that the BAL isolate KS.C.R2 in the treatment with a volume of 3 mL had anthelmintic capabilities that were closest to the positive control.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Ascaris sp.; Anthelmintic; Exopolysaccharide; Kimchi; Lactic Acid Bacteria; Protease
Subjects: Biology
Diseases
Diseases > Medical Microbiology
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi
Depositing User: Meisa Luviani Hidayah
Date Deposited: 12 Sep 2023 01:46
Last Modified: 12 Sep 2023 01:46
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/76607

Actions (login required)

View Item View Item