Wardah, Nanda Nahlia (2023) Pengaruh nilai EC dan penggunaan Aerator terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting (Lactuca sativa L.) pada sistem hidroponik rakit apung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (148kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak-8.pdf Download (225kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf Download (126kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_bab1.pdf Download (360kB) | Preview |
|
Text (BAB II)
5_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (295kB) | Request a copy |
||
Text (BAB III)
6_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (481kB) | Request a copy |
||
Text (BAB IV)
7_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (103kB) | Request a copy |
||
Text (BAB V)
8_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (102kB) | Request a copy |
||
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (345kB) | Request a copy |
Abstract
Hidroponik rakit apung merupakan sistem hidroponik sederhana, ekonomis, memiliki perawatan yang mudah serta dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman selada keriting (Lactuca sativa L.). Pengelolaan nutrisi dan perawatan instalasi hidroponik rakit apung perlu dikelola dengan tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting (Lactuca sativa L.). Karakteristik air pada sistem hidroponik rakit apung yang tidak bergerak berpotensi menyebabkan rendahnya kadar oksigen terlarut. Banyaknya unsur hara yang terlarut pada air dapat diketahui dari nilai EC air. Peningkatan kadar oksigen terlarut dapat dilakukan menggunakan aerator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi nilai EC dan penggunaan aerator serta nilai EC yang optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting (Lactuca sativa L.) pada sistem hidroponik rakit apung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Terdapat dua faktor yaitu Nilai EC (N) terdiri dari 4 taraf perlakuan, diantaranya n1 (1,5 mS cm-1, 2 mS cm-1), n2 (2 mS cm-1, 2,5 mS cm-1), dan n3 (2,5 mS cm-1, 3 mS cm-1) dan n4 (3 mS cm-1, 3,5 mS cm-1 ). Faktor kedua yaitu aerator (A) dengan 2 taraf perlakuan yaitu a1 (tanpa aerator) dan a2 (dengan aerator). Kedua faktor dikombinasikan menghasilkan 8 perlakuan dengan 4 ulangan sehingga terdapat 32 unit satuan percobaan. Analisis data menggunakaan analisis ragam untuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Jika F hitung lebih besar dari F Tabel, maka dilakukan Uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat interaksi antara nilai EC dan aerator terhadap seluruh parameter pengamatan. Nilai EC yang optimum pada vegetatif-1 2 mS cm-1 dan vegetatif-2 2,5 mS cm-1 tanpa menggunakan aerator dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting (Lactuca sativa L.) pada sistem hidroponik rakit apung.
Item Type: | Thesis (Sarjana) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Aerator; Nilai EC; Rakit apung |
Subjects: | Production, Industrial Economics > Agriculture Farm, Farming > General Publications of Agriculture Farm, Farming > Education, Research, Related Topics of Agriculture |
Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Pertanian/Agroteknologi |
Depositing User: | Nanda Nahlia Wardah |
Date Deposited: | 10 Sep 2023 12:14 |
Last Modified: | 12 Sep 2023 08:46 |
URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/76682 |
Actions (login required)
View Item |