Penafsiran ayat Ma'rifah menurut Ibnu 'Ajibah: Studi tafsir tahlili pada ayat Ma'rifah dalam tafsir Al-Bahr Al-Madid fi tafsir Al-Qur'an Al-Majid

Zuhair, Ahmad (2023) Penafsiran ayat Ma'rifah menurut Ibnu 'Ajibah: Studi tafsir tahlili pada ayat Ma'rifah dalam tafsir Al-Bahr Al-Madid fi tafsir Al-Qur'an Al-Majid. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (480kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (371kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (450kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (602kB) | Request a copy

Abstract

Ma‘rifah merupakan pengetahuan yang objeknya bukan hal-hal yang bersifat eksoteris, tetapi lebih mendalam terhadap penekanan aspek esoteris dengan memahami rahasianya. Maka pemahaman ini berwujud pengalaman kejiwaan. Ma‘rifah bagi orang awam yakni dengan memandang dan bertafakkur melalui manifestasi sifat keindahan dan kesempurnaan Allah SWT. secara langsung, yaitu melalui segala yang diciptakan Allah SWT. di alam raya ini. Jelasnya Allah SWT. dapat dikenali di alam nyata ini, melalui sifat-sifatnya yang nampak oleh pemandangan makhluknya seperti yang dijelaskan dalam penafsiran Ibnu ‘Ajibah dalm kitab tafsirnya yakni al-bahr al-madid fi tafsir al-Qur’an al-majid. Penelitian ini memfokuskan kepada penafsiran dari salah satu mufassir corak sufi Ibnu ‘Ajibah dalam menafsirkan ayat ma‘rifah dalam kitab tafsirnya yaitu tafsir al-bahr al-madid fi tafsir al-Qur’an al-majid, yang nantinya akan menentukan pengertian makna ma‘rifah perspektif Ibnu ‘Ajibah. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berjenis kualitatif, yakni membahas lebih dalam tentang tokoh yang dikaji dengan menjelaskan pandangan Islam dalam ma‘rifah dilanjutkan dengan mengkaji tokoh dari seorang Ibnu ‘Ajibah dari biografinya sampai karakteristik tafsirnya. Kemudian dua hal tersebut ma‘rifah dan Ibnu ‘Ajibah digabungkan menjadi sebuah makna penafsiran sehingga mendapatkan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ma‘rifah menurut Ibnu ‘Ajibah merupakan maqam tertinggi dalam kehidupan seorang sufi, dan untuk mencapai hal tersebut harus dihasilkan dari kesempurnaan dalam membersikan hati dan pembiasaan yang baik. Dan menurut Ibnu ‘Ajibah, ma‘rifah merupakan tujuan dan akhir setelah mahabbah. Selain itu tingkatan Ma‘rifah menurutnya ada tiga yaitu Ma‘rifah kepada hukum Allah, Ma‘rifah kepada sifat-sifat Allah dan Ma‘rifah kepada dzat Allah. Dalam tafsirnya Ibnu ‘Ajibah tidak semua ayat yang berkaitan dengan ma‘rifah dijelaskannya secara rinci, melainkan dari tafsirnya tersebut dapat ditarik kesimpulan hanya dari penafsiran makna isyarahnya saja. Alasan penelitian ini dilakukan juga karena menurut hemat penulis kurangnya pembahasan tasawuf yang dikaitkan dengan ilmu tafsir terutama mengenai ma‘rifah. Dikarenakan dalam menjabarkan ma‘rifah lebih cenderung kepada penjelasan pendekatan tasawuf, sehingga hal tersebut juga menjadi dasar penelitian ini perlu dilakukan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Ma‘rifah; Ibnu ‘Ajibah; Tafsir Sufi; Tasawwuf
Subjects: Religious Experiences
Islam > Interpretation and Criticism of Koran
Islam > Sufi Orders
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ahmad Zuhair Ahmad Zuhair
Date Deposited: 21 Sep 2023 04:37
Last Modified: 21 Sep 2023 04:37
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/78669

Actions (login required)

View Item View Item