Konsep kata waswas dalam Al-Qur'an: Kajian semantik Toshihiko Izutsu

Muharram, Sultan Zia Hikam (2023) Konsep kata waswas dalam Al-Qur'an: Kajian semantik Toshihiko Izutsu. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_Cover.pdf

Download (108kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf

Download (150kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_Daftar isi.pdf

Download (120kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_Bab 1.pdf

Download (390kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (450kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (591kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (156kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_Daftar pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (199kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan mencari konsep term waswas dalam weltanschauung (pandangan dunia) Al-Qur’an dengan kajian analisis semantik Thoshihiko Izutsu. Sebagai kajian semantik, penelitian ini menekankan aspek kemaknaan dari kata waswas, serta tambahan implikasinya dalam kehidupan. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini didasari oleh keunikan yang dapat dilihat dari surah al-Muawwidzatain yang mengandung permohonan perlindungan kepada Allah. Surah an-Nas mengandung permohonan perlindungan kepada Allah dari satu keburukan al-waswas dengan disebutkan tiga sifat-Nya yaitu Rabb, Malik, dan Ilaah. Terdapat perbedaan dengan yang dijumpai pada surah al-Falaq yang hanya disebutkan satu sifat Allah yaitu Rabb al-Falaq untuk memohon perlindungan dari emat macam kejahatan. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur untuk meneliti konsep kata waswas dalam Al-Qur’an dengan penerapan teori semantik Toshihiko Izutsu. Sumber data penulis adalah Al-Qur’an, karya-karya semantik Toshihiko Izutsu, serta sumber-sumber yang terkait tema penelitian seperti buku-buku, jurnal, skripsi, kamus, dan lain-lain yang relevan dengan semantik dan kata waswas. Penulis mengumpulkan data dengan studi kepustakaan (library research) dan menganalisanya dengan content analysis, yaitu analisis yang dilakukan secara sistematis terhadap data-data sesuai penelitian yang dikaji. Hasil yang didapat dari penelitian ini dapat disimpulkan dalam tiga poin. Pertama, kata waswas memiliki makna dasar suara yang halus, yang pada periode sebelum Al-Qur’an diturunkan merujuk pada suara gemerincing emas atau perhiasan. Makna relasional kata waswas pada periode Al-Qur’an berelasi dengan kata-kata lain seperti Adam wa Hawa’, syaithan, nafs, syarr, al-khonnas, dan al-jinn wa al-nas. Kedua, hasil dari pandangan dunia Al-Qur’an terhadap kata waswas menghasilkan makna tipu daya, bisikan keburukan tersembunyi di dalam dada manusia yang dapat berasal dari nafsu dan setan, baik dari golongan jin atau manusia. Pada periode pasca Al-Qur’an, kata waswas merujuk pada suara perkataan yang lirih dan samar-samar. Dewasa ini, waswas dikaitkan dengan gangguan psikiatri seperti OCD atau waswas al-qahriy. Ketiga, Implikasi kata waswas dalam kehidupan berupa gangguan psikologis yang menimbulkan kecemasan dan keraguan yang mempengaruhi hati dan pikiran.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Waswas; Semantik; Toshihiko Izutsu
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Ilmu-ilmu Al-Qur'an
Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Philosopy and Theory > Semantics
Linguistics
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Sultan Zia Hikam Muharram
Date Deposited: 03 Oct 2023 02:01
Last Modified: 03 Oct 2023 02:01
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/79424

Actions (login required)

View Item View Item