Pelaksanaan peraturan Daerah nomor 3 Tahun 2004 tentang pelamggaran peredaran dan penggunaan minuman beralkohol di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung

Abdurohman, Iman (2009) Pelaksanaan peraturan Daerah nomor 3 Tahun 2004 tentang pelamggaran peredaran dan penggunaan minuman beralkohol di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (262kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (526kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (378kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (564kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (381kB)

Abstract

Agar terciptanya keamanan bagi masyarakat dan demi kemaslahatan umum,Dewan Permusyawaratan Rakyat Daerah Kabupaten Bandung mengeluarkan Peraturan daerah tentang pelarangan peredaran dan penggunaan minuman beralkohol untuk menanggulangi masalah penyalahgunaan minuman keras. Tetapi pada kenyataannya, praktek penyalahgunaan minuman keras masih ada di Kabupaten Bandung khususnya Kecamatan Ciparay. Walaupun tidak sebanyak sebalum dikeluarkannya Perda Nomor 3 Tahun 2004 tentang pelarangan peredaran minuman beralkohol. Masalah penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2004 tentang pelarangan peredaran dan penggunaan minuman beralkohol di kecamatan Ciparay. Dan yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2004 tentang pelarangan peredaran dan penggunaan minuman beralkohol, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat terlaksananya Perda, dan tinjauan siyasah dusturiyah terhadap pelaksanaan Perda tersebut. Penelitian ini bertolak dan pemikiran balnva minuman keras merupakan zat yang dapat merusak akal sehat dan bertcntangan dengan norma-norma dan dapat menimbulkan ha-hal yang berbahava. Oleh karena itu, untuk mengurangi peredaran minuman keras. pcmenntah Kabupaten Bandung mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2004 tentang pelarangan peredaran dan penggunaan minuman beralkohol. Disamping itu, penelitian un merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode desknptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, literatur dan studi dokumentasi Analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan penclaahan. penafsiran data sang dikumpulkan. kemudian menank sebuah kesimpulan. Penelitian mi menvatakan bahwa dalam pelaksanaan Perda dilakukan oleh Pemda, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial yang bekerjasama dengan pihak kepolisian, masyarakat, serta instansi yang terkait. Adapun penanggulangannya dengan cara tindakan preventif, yaitu memberikan bimbingan dan penyuluhan. Apabila masih terjadi pelanggaran, maka adanya tindakan represif,yaitu operasi penertiban. Sedangkan faktor penghambat pada upaya-upaya pemerintah terhadap penanggulangan penyalahgunaan minuman keras yaitu dana yang dianggarkan oleh pemerintah untuk penanggulangan penyalahgunaan minuman keras dinilai belum memenuhi kebutuhan dan adanya oknum petugas yang bertindak sebagai hacking peredaran minuman keras Adapun faktor yang menjadi pendukung terlaksananya perda yaitu, adanya kerjasama dengan instansi pemerintah yang berkaitan dengan masalah penyalahgunaan minuman keras dan partisipasi masyarakat yang sangat besar. Dan uiimjau dan aspek siyasah dustunyah, pelaksanaan Pei da ini sejalan dengan tujuan Syarirat Islam yaitu terbentuknya pemerintahan yang berfungsi untuk melindungi rakyatnya serta inenciptakan kemaslahatan umat.Agar terciptanya keamanan bagi masyarakat dan demi kemaslahatan umum, Dewan Permusyawaratan Rakyat Daerah Kabupaten Bandung mengeluarkan Peraturan daerah tentang pelarangan peredaran dan penggunaan minuman beralkohol untuk menanggulangi masalah penyalahgunaan minuman keras. Tetapi pada kenyataannya, praktek penyalahgunaan minuman keras masih ada di Kabupaten Bandung khususnya Kecamatan Ciparay. Walaupun tidak sebanyak sebalum dikeluarkannya Perda Nomor 3 Tahun 2004 tentang pelarangan peredaran minuman beralkohol. Masalah penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2004 tentang pelarangan peredaran dan penggunaan minuman beralkohol di kecamatan Ciparay. Dan yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2004 tentang pelarangan peredaran dan penggunaan minuman beralkohol, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat terlaksananya Perda, dan tinjauan siyasah dusturiyah terhadap pelaksanaan Perda tersebut.Penelitian ini bertolak dan pemikiran balnva minuman keras merupakan zat yang dapat merusak akal sehat dan bertcntangan dengan norma-norma dan dapat menimbulkan ha-hal yang berbahava. Oleh karena itu, untuk mengurangi peredaran minuman keras. pcmenntah Kabupaten Bandung mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2004 tentang pelarangan peredaran dan penggunaan minuman beralkohol. Disamping itu, penelitian un merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode desknptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, literatur dan studi dokumentasi Analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan penclaahan. penafsiran data sang dikumpulkan. kemudian menank sebuah kesimpulan. Penelitian mi menvatakan bahwa dalam pelaksanaan Perda dilakukan oleh Pemda, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial yang bekerjasama dengan pihak kepolisian, masyarakat, serta instansi yang terkait. Adapun penanggulangannya dengan cara tindakan preventif, yaitu memberikan bimbingan dan penyuluhan. Apabila masih terjadi pelanggaran, maka adanya tindakan represif, yaitu operasi penertiban. Sedangkan faktor penghambat pada upaya-upaya pemerintah terhadap penanggulangan penyalahgunaan minuman keras yaitu dana yang dianggarkan oleh pemerintah untuk penanggulangan penyalahgunaan minuman keras dinilai belum memenuhi kebutuhan dan adanya oknum petugas yang bertindak sebagai hacking peredaran minuman keras Adapun faktor yang menjadi pendukung terlaksananya perda yaitu, adanya kerjasama dengan instansi pemerintah yang berkaitan dengan masalah penyalahgunaan minuman keras dan partisipasi masyarakat yang sangat besar. Dan uiimjau dan aspek siyasah dustunyah, pelaksanaan Pei da ini sejalan dengan tujuan Syarirat Islam yaitu terbentuknya pemerintahan yang berfungsi untuk melindungi rakyatnya serta inenciptakan kemaslahatan umat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: peraturan;peredaran;beralkohol
Subjects: Constitutional and Administrative Law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Siyasah
Depositing User: PKL6 SMKN 11 GARUT
Date Deposited: 11 Oct 2023 06:54
Last Modified: 11 Oct 2023 06:54
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/80042

Actions (login required)

View Item View Item