tinjauan f1qh muamalah terhadap pelaksanaan sewa menyewa savvaii sistem langsir (Studi Kasus di Desa Kedungdalem Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon)

Eliyah, Eliyah (2005) tinjauan f1qh muamalah terhadap pelaksanaan sewa menyewa savvaii sistem langsir (Studi Kasus di Desa Kedungdalem Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (229kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (500kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (416kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
4_ bab1.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text (BAB 3)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11MB)
[img] Text (BAB 4)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (452kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (431kB)

Abstract

Pelaksanaan sewa sistem Langsir merupakan jenis sewa yang timbul karena dipraktekan oleh masyarakat, khususnya di Desa Kedungdalem. Dalam pelaksanaan sewa sawah ini, penyewa barn dapat menggarap sawah tersebut satu tahun setelah teijadi akad, sedangkan uang sewa sudah dibayar pada saat akad berlangsung. Masalah yang di angkat adalah kedudukan hukum Islam terhadap sewa menyewa sawah yang tidak diikuti oleh penyerahan manfaat barang dan penyewa yang menyewakan lagi sawah sewaannya kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sewa menyewa sistem Langsir, untuk mengetahui tinjauan fiqh muamalah terhadap pelaksanaan sewa menyewa sistem Langsir dan untuk mengetahui manfaat dan mudharat dari sewa menyewa sawah sistem Langsir. Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa di dalam berbagai aspek muamalah, termasuk didalamnya pelaksanaan sewa menyewa sawah sistem Langsir, haruslah sesuai dengan ketentuan syara’ baik dalam terpenuhinya rukun dan syarat akad maupun dalam pelaksanaanya harus jelas kedudukan hukum sewa menyewa serta jelas manfaat dan mudharatnya. Penelitian ini menggunakan studi kasus, lokasi yang diambil adalah di Desa Kedungdalem Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa yang melatar belakangi terjadinya sewa menyewa sawah sistem Langsir adalah adanya faktor kebutuhan, prosesnya cepat, pengaruh lingkungan dan pengaruh adat. Proses pelaksanaan transaksi sewa menyewa dengan sistem Langsir ini dilakukan atas dasar suka sama suka. Sewa menyewa sawah sistem Langsir ini merupakan sewa menyewa yang syah menurut hukum Islam karena di dalamnya sudah terpenuhi rukun dan syarat dalam sewa menyewa. Sedangkan tentang kedudukan hukum akad sewa menyewa sawah sistem Langsir dimana penyerahan manfaatnya bukan pada saat akad, tetapi pada tahun depan adalah boleh karena diqiyaskan dengan salam, dan telah memenuhi rukun dan syarat Salam. Adapun status hukum tentang penyewa yang menyewakan lagi sawahnya kepada orang lain adalah boleh karena diqiyaskan dengan akad jual beli, asalkan ada izin dari pemilik sawah. Mengenai manfaat dan mudharat sewa menyewa sawah sistem langsir ini, temyata lebih banyak manfaatnya dari pada mudharatnya, yaitu dapat memenuhi kebutuhan lebih cepat tanpa harus menjual sawah dan begitupun sebaliknya bagi penyewa tidak harus membeli sawah untuk dapat bertani. Sedangkan mudharatnya adalah bila hasil panen menurun mangakibatkan kerugian bagi penyewa karena hanya cukup untuk menutupi biaya sewa.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: tinjauan,sewa menyewa,sistem langsir
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Muamalat, Muamalah/Hukum Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah
Depositing User: ADMIN PKL2
Date Deposited: 16 Nov 2023 07:12
Last Modified: 17 Nov 2023 01:39
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/82279

Actions (login required)

View Item View Item