Pelaksanaan jual beli ayam Boiller karena adanya akad utang piutang aniara peternak bengan Pd. Sapronak di Desa Sukamulya Kecamatan Cihaurbeuti Ciamis

Badriah, Ai Ria (2007) Pelaksanaan jual beli ayam Boiller karena adanya akad utang piutang aniara peternak bengan Pd. Sapronak di Desa Sukamulya Kecamatan Cihaurbeuti Ciamis. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (564kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (314kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (377kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (441kB)

Abstract

Para peternak ayam boiler melakukan akad utang piutang dengan pihak PD.Sapronak. Pihak perusahaan meminjamkan modal berupa DOC dan pangan ayam,sedangkan peternak memiliki keahlian mengelola modal tersebut dengan menyediakan kandang ayam dan profesinya. Dalam perjanjian utang piutang ditetapkan bahwa peternak harus menjual ayamnya kepada PD. Sapronak dan harga jual ditetapkan oleh PD. Sapronak, dengan demikian peternak tidak boleh menjual kepada pihak lain meskipun harganya lebih menguntungkan.Dengan latar belakang masalah di atas diajukan tiga pertanyaan: (1)Bagaimana mekanisme akad utang piutang antara peternak dengan PD. Sapronak? (2)Bagaimana pelaksanaan jual beli ayam dari peternak kepada PD.Sapronak karena adanya kaitan dengan akad utang piutang? (3) Bagaimana tinjauan fiqh muamalah terhadap pelaksanaan jual beli ayam karena adanya akad utang piutang antara peternak dengan PD.Sapronak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tiga jawaban masalah tersebut.Jual beli hukumnya asalnya boleh. Jual beli yang sah adalah yang terpenuhi rukun dan syaratnya. Setiap jual beli harus didasarkan kepada prinsip saling merelakan sebagaimana dalam surat al-Nisa ayat 29. dalam fiqh muamalah jual beli bukan sekedar terjadinya pertukaran barang, tetapi harus mengandung unsur moral dari sikap saling kerjasama dan tolong menolong, oleh karena itu tidak dibenarkan melakukan jual beli yang mengandung unsur penipuan.Metode yang dilakukan dalam penulisan ini adalah dengan mengunakan studi kasus. Data diperoleh dari sumber data primer yaitu pihak PD. Produsen Sarana Produksi dengan pihak Peternak, disamping sumber data sekunder yang berupa kepustakaan. Penelitian ini menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Selanjutnya data dianalisis dengan mengklarifikasikan data yang lerkumpul sesuai dengan tujuan penelitian ini, yang pada akhimya menghasilkan kesimpulan dari penelitian ini.Mekanisme akad utang piutang dilakukan secara lisan dan tertulis, pihak peternak dengan pihak PD. Sapronak melakukan kesepakatan dalam utang permodalan yang pembayarannya dilakukan dengan cara penjualan ayam dengan harga ditentukan oleh pihak pemodal. Jual beli bersyarat yang dilakukan antara peternak dengan PD. Sapronak telah sesuain dengan akad dan hukumnya boleh.Dalam perspektif fiqh muamalah jual beli tersebut mengandung unsur kerjasama antara pengusaha kecil dengan pengusaha menengah ke atas yang memiliki modal.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Pelaksanaan jual beli ayam Boiller,adanya akad utang piutang aniara peternak bengan Pd.
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Muamalat, Muamalah/Hukum Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah
Depositing User: PKL7 SMKN 8 GARUT
Date Deposited: 19 Dec 2023 03:45
Last Modified: 19 Dec 2023 03:45
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/83287

Actions (login required)

View Item View Item