Pratiwi, Nurliana (2024) Pola asuh orang tua dalam membentuk pemahaman seksualitas pada remaja: Studi kasus di Kelurahan Cipadung, Kota Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_Cover.pdf Download (73kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (169kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf Download (140kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_bab1.pdf Download (568kB) | Preview |
|
Text (BAB II)
5_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (619kB) | Request a copy |
||
Text (BAB III)
6_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (552kB) | Request a copy |
||
Text (BAB IV)
7_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (781kB) | Request a copy |
||
Text (BAB V)
8_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (516kB) | Request a copy |
||
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (534kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dimulai dari adanya fenomena pernikahan dini yang terjadi akibat kehamilan di luar pernikahan. Dalam konteks ini, pola asuh orang tua berkontribusi dalam membentuk pemahaman seksualitas pada remaja. Pola asuh yang diterapkan cenderung menekankan aspek religius, termasuk larangan-larangan seperti "pamali". Selain itu, diskusi mengenai seksualitas pada remaja masih sangat tertutup dan dianggap tabu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola asuh orang tua dalam memberikan pemahaman seksualitas terhadap remaja di kelurahan Cipadung. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan pemahaman seksualitas terhadap perilaku remaja di kelurahan Cipadung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dengan metode kualitatif deskriptif, peneliti dapat mengeksplorasi dan memahami fenomena kompleks seperti pola asuh dan pemahaman seksualitas dengan lebih mendalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger. Teori ini menjelaskan bahwa realitas sosial, norma, dan nilai, dibentuk melalui interaksi dan penafsiran bersama. Kunci dari teori konstruksi sosial adalah proses dialektika yang mencakup eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Teori konstruksi sosial relevan dengan penelitian tentang pola asuh orang tua dalam membentuk pemahaman seksualitas pada remaja, menunjukkan bagaimana nilai-nilai terkait seksualitas ditransmisikan melalui interaksi sosial dan menjadi bagian dari pandangan dunia individu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas orang tua di Kelurahan Cipadung menggunakan pola asuh demokratis dan permisif dalam mendidik remaja. Pola asuh ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu latar belakang pendidikan, budaya, agama, dan media sosial. Orang tua dengan pendidikan tinggi lebih terbuka dalam membahas seksualitas dengan remaja, sedangkan orang tua dengan pendidikan rendah cenderung bersikap tertutup mengenai topik tersebut. Akibatnya, remaja lebih banyak mendapatkan informasi tentang seksualitas dari media sosial, karena orang tua tidak memberikan pendidikan seksualitas yang memadai. Selain itu, norma budaya konservatif di Kelurahan Cipadung tidak memberikan pemahaman seksualitas yang komprehensif kepada remaja. Namun, remaja di Kelurahan Cipadung mampu menetapkan batasan dalam perilaku seksual mereka, yang tercermin dalam hubungan romantis mereka. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Remaja, Pemahaman Seksualitas.
Item Type: | Thesis (Sarjana) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Pola Asuh Orang Tua; Remaja; Pemahaman Seksualitas |
Subjects: | Factors Affecting Social Behaviour > Genetic Factors Education > Sociology of Education |
Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
Depositing User: | nurliana pratiwi |
Date Deposited: | 09 Sep 2024 03:47 |
Last Modified: | 09 Sep 2024 03:47 |
URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/96827 |
Actions (login required)
View Item |